Dua Sekolah di Kabupaten Semarang Dibobol Pencuri, Belasan Laptop Hilang

user
Danar W 09 November 2022, 17:30 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG - Dua sekolah di wilayah Kabupaten Semarang, yakni SD Lerep 01 dan SMP 6 Ungaran dibobol pencuri. Tidak kurang 15 laptop hilang dicuri, kini polisi melakukan penyelidikan. Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika membenarkan adanya kejadian yang saat ini sudah di dalami oleh Sat Reskrim Polres Semarang.

"Betul untuk kejadian terjadi pada selasa dini hari dan untuk hari ini (Rabu 9/11/2022) saksi dari pihak sekolahan, baik dari SDN Lerep 01 maupun SMPN 6 Ungaran masih kami mintai keterangan di Polres Semarang," kata kapolres kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).

Lebih lanjut AKBP Yovan didampingi Kasat Reskrim AKP Kresnawan Hussein menjelaskan kejadian diperkirakan pertama kali terjadi di SMPN 6 Ungaran selanjutnya pelaku menyasar SDN Lerep 01 yang lokasinya berdekatan.

Kejadian dk SMPN 6 Ungaran, pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah, Supriyadi (50) saat melakukan pengecekan lingkungan pada Senin malam. Ia mendapati ruangan TIK sudah berantakan dan selanjutnya ia menghubungi, Didik (37) selaku pegawai Sarana Prasarana. Selanjutnya melakukan pengecekan bersama sama diketahui 1 unit Laptop raib dibawa dicuri.

Sementara kejadian di SDN Lerep 01 diketahui oleh penjaga sekolah Agung (32) sekitar pukul 01.00 WIB pada Selasa (8/11/2022) dini hari, pada saat kontrol sekolahan mendapati ruang guru dan ruang komputer dalam keadaan pintu terbuka dan melaporkan kepada guru dan bhabinkamtibmas Lerep. Setelah dilakukan pengecekan diketahui 15 Laptop raib dibawa pelaku.

"Dikarenakan lokasi antara SDN Lerep 01 dan SMPN 6 Ungaran berada di satu wilayah di Desa Lerep, dimungkinkan pelaku sudah merencanakan untuk membobol kedua sekolah tersebut dalam waktu semalam. Pelaku berhasil membawa total 16 laptop dengan cara merusak gembok tralis besi serta mencongkel pintu ruang komputer maupun ruang guru," kata kapolres.

Saat ini Polres Semarang sedang melakukan peyelidikan atas kejadian yang menimpa dua sekolah negeri ini, baik dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. (Sus)

Kredit

Bagikan