Korban Bertambah, Penyidikan Dugaan Kasus Pencabulan Berlanjut

user
Danar W 19 November 2022, 03:15 WIB
untitled

Krjogja.com - WATES - Proses penyidikan dugaan kasus pencabulan terhadap anak asuh di Panti Asuhan di wilayah Kokap terus berlanjut. Saat ini jumlah korban bertambah dua orang sehingga jumlah keseluruhan korban sebanyak empat orang.

Plh Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Dwi Wijayanto, Jumat (18/11) mengatakan, korban dalam dugaan kasus pencabulan di Panti Asuhan bertambah dua orang. Korban merupakan anak asuh Panti Asuhan tersebut.

“Korban berasal dari Kulonprogo dan masih di bawah umur. Kasus ini diduga dilakukan pimpinan Panti Asuhan inisial MT. Tersangka diduga melakukan perbuatan cabul terhadap anak asuhnya mulai pertengahan 2020 hingga 2022. Tiga korban berumur 15 tahun, sedangkan satu korban lain umur 20 tahun,” jelasnya.

Kasus ini muncul setelah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo melapor ke polisi pada 3 Oktober lalu. Laporan tersebut ditindak lanjuti petugas Satreskrim Polres Kulonprogo melakukan penahanan terhadap tersangka pada 7 Oktober 2022 dan telah memeriksa sebanyak 15 saksi.

“Yang diperiksa diantaranya teman korban di Panti Asuhan dan petugas yang melakukan pendampingan dari Dinsos P3A Kulonprogo. Kami masih melengkapi berkas perkara dan menunggu keterangan saksi ahli dari obgyn RSUD Wates serta psikiatri dari RSUP dr Sardjito,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinsos P3A Kulonprogo, Irianta menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) untuk melakukan pendampingan. Dua korban kondisinya sudah membaik, sedangkan dua korban lainnya mengalami trauma psikologis.

“Atas rekomendasi psikiater RSUP dr Sardjito mereka harus ada pendampingan psikologis setiap hari dan berkelanjutan. Karena terbatasnya SDM dan fasilitas di sini, maka kedua korban dititipkan ke shelter di Yogya. Selain itu kami juga membuat surat pendampingan ke organisasi non pemerintah yakni Rifka Annisa. Diharapkan upaya perlindungan terhadap korban dan saksi menjadi lengkap dan kuat. Sehingga kondisi kejiwaan dan keselamatan mereka terjamin,” kata Irianta.(Dan/Rul)

Kredit

Bagikan