Bapanas Pakai Strategi Operas Pasar

user
Ivan Aditya 02 Desember 2022, 17:39 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) berupaya menjaga stabilitas harga beras jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) melalui strategi operasi pasar dengan mengoptimalkan cadangan beras Bulog. Melalui aksi operasi pasar tersebut ditargetkan stok beras di tingkat masyarakat tersedia dan stabilitas harganya terjaga.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi Arief menjelaskan cadangan beras Bulog berada di posisi 569 ribu ton per November 2023. Sehingga untuk stabilisasi di bulan November-Desember diperlukan pelepasan stok sekitar 150-200 ribu ton per bulan guna intervensi pasar dan menjaga agar harga beras tetap terkendali serta tidak membebani inflasi.

“Di semester ke-2 ini khususnya November-Desember menjelang Nataru memang waktunya kita melepas stok untuk pengendalian harga. Terlebih pemerintah menargetkan inflasi di November dan Desember ini turun agar tidak melebihi angka pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (02/12/2022).

Arief menegaskan pihaknya akan optimalkan stok Bulog yang tersedia sekarang sekitar 569 ribu ton, sambil terus melakukan penyerapan. Target stok beras Bulog di akhir tahun 1,2 juta ton dengan mengutamakan produksi dalam negeri.Dengan stok yang ada dari panen-panen sebelumnya kebutuhan beras Nataru cukup.

Dari data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan produksi beras di bulan November mencapai 2,2 juta ton dan Desember 1 juta ton sehingga totalnya sekitar 3 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi beras di angka 2,5-2,6 juta ton per bulan, sehingga selisihnya berkisar 2 juta ton. “Kita menjamin stok beras cukup, jadi masyarakat jangan khawatir dan tidak perlu panik dengan berbelanja berlebihan, karena pemerintah akan menjaga agar stok beras ini bisa tersebar merata di masyarakat,” tandasnya.

Sedangkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, pemerintah perlu meningkatkan cadangan beras Bulog. Peran cadangan beras Bulog sangat penting, sebab beras merupakan salah satu instrumen bagi pemenuhan kesejahteraan masyarakat, yaitu sebesar 3-4% penyumbang inflasi dalam tiga bulan terakhir.

"Kita bersama sama Kementerian dan Lembaga (K/L) lainnya harus duduk menyiapkan sistem untuk mengatur turn over stok beras Bulog. Salah satu caranya kembali mengintegrasikan program-program pemerintah seperti bansos, raskin menggunakan beras Bulog,” ungkap Arief. (Ira)

Kredit

Bagikan