CNAF Terima Pendanaan Sindikasi Syariah Fengan Skema Musyarakah Rp 700 Miliar

user
Ivan Aditya 05 Desember 2022, 18:36 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) mengadakan penandatanganan bersama dengan bank-bank Syariah yaitu PT Bank Muamalat Indonesia.Tbk, PT Bank Aceh Syariah, UUS PT Bank BPD Bank Sumsel Babel, UUS PT BPD Kalimantan Selatan dan UUS PT BPD Jawa Tengah. Dimana CIMB Niaga Finance menerima pendanaan sindikasi syariah dengan skema musyarakah senilai Rp 700 miliar.

Pendanaan sindikasi akan digunakan CIMB Niaga Finance untuk meningkatkan aset kelolaan seiring dengan perbaikan ekonomi sekaligus kepercayaan pasar atas kinerja perseroan yang semakin membaik.

Menurut Direktur Finance & Strategy CIMB Niaga Finance, Imron Rosyadi, menjelaskan CNAF memiliki strategi mengutamakan penyaluran pembiayaan syariah (Syariah First). Per Oktober 2022, CNAF telah mencatat pembiayaan baru sebesar Rp 6,8 triliun tumbuh sebesar 63 persen year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar Rp 4,2 triliun.

Pembiayaan syariah mencapai 60 persen dari total pembiayaan baru tersebut. Total aset kelolaan CIMB Niaga Finance mencapai Rp 9,2 triliun atau tumbuh sebesar 45 persen dari tahun 2021 pada periode yang sama (sebesar Rp 6.4 triliun).

Sejalan dengan peningkatan aset kelolaan, perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak atau PBT (Profit Before Tax) sebesar Rp 400 miliar, naik 69 perwen yoy dibandingkan Oktober tahun 2021 sebesar Rp 236 miliar.

CIMB Niaga Finance juga konsisten mempertahankan kualitas aset terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah atau NPF (Non Performing Financing) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 1,37 persen di bulan Oktober tahun 2022.

Rasio-rasio keuangan lainnya juga terjaga dengan baik, dimana per Oktober 2022, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) Perseroan masing-masing tercatat sebesar 7,71 persen dan 23,06 persen
Selain pendanaan sindikasi, CIMB Niaga Finance berencana mengeluarkan sukuk untuk mendukung pertumbuhan perseroan.

Sukuk ini merupakan obligasi syariah pertama dengan skema Wakalah Bi Al-Istitsmar yang akan diluncurkan di awal tahun 2023. Penerbitan sukuk ini diharapkan meramaikan pasar obligasi di tahun depan. (Lmg)

Kredit

Bagikan