Besok Bali Civil Society Media Forum Mulai Digelar

user
Danar W 07 Desember 2022, 16:30 WIB
untitled

Krjogja.com - BALI - Bali Democracy Forum (BDF) kembali diselenggarakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada 8 Desember 2022. BDF telah diadakan sejak 15 tahun belakangan guna mempromosikan dan memfasilitasi dialog tentang demokrasi, memajukan wacana terkait prinsip demokrasi, menjunjung nilai pluralisme dan inklusivitas hingga mendorong kesetaraan.

Sebagai rangkaian dari acara BDF, Kemlu RI juga menggelar Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF), sebagai fase baru dari BDF. Acara ini menjadi platform atau wadah bagi masyarakat sipil dan media untuk berdiskusi secara menyeluruh serta wadah untuk bertukar pandangan terkait tantangan yang dihadapi demokrasi.

"Kami menyelenggarakan forum sebagai platform bagi masyarakat sipil dan media untuk membahas demokrasi secara total, baik sebagai konsep maupun masuk ke sistem pemerintahan," ujar Juru Bicara dan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah dalam pembukaan acara BCSMF 2022 di Bali.

Ia juga menambahkan, akan sangat penting untuk membahas demokrasi lewat perspektif media dan masyarakat sipil dari lintas daerah.

"Saya yakin kita akan mendengar spektrum perspektif apa ketika kita akan membahas tema demokrasi dalam kepemimpinan dan solidaritas dunia yang terus berubah."

Faizasyah juga melanjutkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan yang mempengaruhi demokrasi dan kemanusiaan.

Mulai dari bencana kemanusiaan seperti perang hingga bencana perubahan iklim, semuanya akan mempengaruhi demokrasi secara keseluruhan.

"Kami menghadapi ancaman eksistensial yang disebabkan oleh bencana buatan manusia, seperti dari perang hingga bencana global akibat perubahan iklim," ujarnya.

"Kami menghadapi penggelinciran dan mundur dalam komitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030," sambungnya.

Bahkan, ia juga menyampaikan bahwa beberapa analisis menilai negara bagian demokorasi sedang menurun, stagnan dan bahkan mundur. (*)

Kredit

Bagikan