Kelompok Marginal Rentan Menjadi Sasaran Kelompok Tertentu

user
Ivan Aditya 20 Januari 2023, 22:35 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, kelompok marginal cukup rentan atau rawan dipengaruhi hal-hal buruk oleh kelompok tertentu, sehingga berpotensi melawan pemerintah. Padahal para leluhur bangsa Indonesia telah mengajarkan masyarakat untuk bersatu dan cinta kepada negara. Termasuk pula peran para ulama yang mengajarkan hal demikian.

"Kita butuh semangat persatuan," kata Boy Rafli Amar usai meresmikan Warung NKRI di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Warung NKIR adalah Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan Warung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Program ini dalam rangka melawan radikalisme, terorisme dan intoleransi di Tanah Air. Peresmian Warung NKRI berlokasi di salah satu pusat kuliner di daerah Cipayung Jakarta Timur. Peresmian ini merupakan yang ke-20. Sebelumnya, BNPT telah meresmikan di sejumlah provinsi di Indonesia.

Baca juga :

Muhammad Prakosa, Duta Besar Indonesia Untuk Italia asal Bantul Meninggal Dunia

Total Lelang Selama Tahun 2022 Mencapai Rp 35 Triliun

Perangkat Desa Cangkol Hanyut di Saluran Irigasi Ditemukan Tewas

Boy Rafli menyebutkan, saat bangsa Indonesia melawan penjajah di Surabaya pada tahun 1945, para ulama telah mencetuskan resolusi jihad fisabilillah. "Ulama mengajarkan kepada kita melawan penjajah. Jadi, cinta kepada negara itu adalah bagian dari iman," jelasnya.

Namun, ada pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan ideologi intoleransi, radikalisme dan terorisme kepada anak bangsa. Tujuan mereka, agar anak bangsa membenci bangsanya sendiri. Pada akhirnya, anak bangsa disuruh menyakiti anak bangsa lain hingga rela menjadi pelaku bom bunuh diri. Tindakan seperti itu sangat jelas berlawanan dengan nilai-nilai Pancasila dan agama serta tidak patut untuk dicontoh.

Ia berharap, Warung NKRI yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai wadah atau tempat menyuarakan narasi-narasi positif yang mengedepankan cinta Tanah Air. Dengan demikian, tidak ada lagi anak bangsa yang membenci atau memusuhi bangsa sendiri.

Boy menyebutkan, narasi provokatif yang disebarkan melalui dunia maya sangat berpotensi menyebabkan perpecahan, adu domba dan merusak persatuan bangsa ini. Oleh sebab itu, ia meminta semua elemen bangsa untuk memperkuat narasi kebangsaan agar bisa mengalahkan mereka.

Langkah yang terus dilakukan BNPT, ujar Boy, yakni mengupayakan lima vaksin dalam melawan atau menangkal virus intoleransi, radikalisme dan terorisme tersebut. Kelima vaksin tersebut yakni transformasi wawasan kebangsaan yang dikhususkan kepada empat konsensus kebangsaan yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Bineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Vaksin berikutnya adalah penguatan nilai-nilai ideologi Pancasila, moderasi beragama, penguatan budaya Nusantara dan terakhir transformasi pembangunan kesejahteraan di semua lini masyarakat. Untuk keperluan tersebut BNPT menerapkan strategi pentahelix atau pelibatan banyak pihak, baik masyarakat, dunia usaha hingga media massa. (*)

Kredit

Bagikan