Total Lelang Selama Tahun 2022 Mencapai Rp 35 Triliun

user
Ivan Aditya 20 Januari 2023, 19:43 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Selama tahun 2022 total lelang yang dilakukan Direktorat JendeKementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu), mencapai Rp 35 triliun atau 117 persen di atas target yang ral Kekayaan Negara, sebesar Rp 30 triliun. Bahkan total lelang ini merupakan tertinggi dalam 115 tahun sejak dilakukannya lelang di Indonesia.

“Sejak 115 tahun lelang di Indonesia, capaian tertinggi ya 2021-2022 karena tembus Rp 35 triliun transaksi lelang, ini luar biasa," kata Direktur Lelang DJKN Kemenkeu Joko Prihanto dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (20/01/2023).

Adapun rincian dari total lelang 2022 sebesar Rp 35 triliun bersumber dari pemulihan negara atau penegakan hukum sebesar Rp 2 triliun. Kemudian, bersumber dari penjualan barang agunan Rp 10 triliun, dan lelang bersumber dari menggerakkan roda perekonomian Rp 23 triliun.

"Di tahun 2022 dari Rp 35 triliun itu bersumber dari pemulihan negara atau penegakan hukum Rp 2 triliun. Sedangkan yang bersumber dari penjualan barang agunan Rp 10 triliun dan ini yang patut kita bangga dalam roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja itu hasilnya Rp 23 triliun. Jadi total Rp 35 triliun itu, perlu disampaikan ada lelang-lelang yang jenisnya sangat strategis," jelasnya.

Baca juga :

Muhammad Prakosa, Duta Besar Indonesia Untuk Italia asal Bantul Meninggal Dunia

Total Lelang Selama Tahun 2022 Mencapai Rp 35 Triliun

Perangkat Desa Cangkol Hanyut di Saluran Irigasi Ditemukan Tewas

Sementara, untuk lelang Penerimaan Negara Bukan Pajak mencapai Rp 850 miliar atau 121 persen meningkat dari target Rp 700 miliar. Lebih lanjut, Joko mengatakan capaian pokok lelang dari 2017 hingga 2022 mengalami tren pertumbuhan yang positif, sama halnya untuk capaian lelang PNBP. “Sementara itu, penerimaan PNBP dari lelang mencapai Rp 850 miliar pada 2022, atau 112 persen dari target Rp 700 miliar,” paparnya.

Dari capaian Rp 35,23 triliun, Jada lelang strategis yang nilainya mencapai Rp 9,9 triliun, naik dari Rp 7 triliun pada 2021. Kemudian, lelang kepailitan yang naik menjadi Rp 2,2 triliun, dari Rp 1,1 triliun pada 2021.

Kenaikan yang lumayan besar juga dicatatkan oleh lelang sukarela sebesar Rp 14,5 triliun pada 2022, naik dari Rp 13,2 triliun pada 2021. Sementara itu, lelang barang milik negara (BMN) meningkat menjadi Rp 882 miliar dari sebelumnya Rp 611 miliar.

"Untuk barang rampasan/sitaan kejaksaan dari naik dari Rp 165 miliar menjadi Rp 625 miliar, ini karena ada beberapa kasus besar yang sudah inkracht dan bisa dilelang," papar Joko.

Ditambahkan, data untuk PNBP lelang sejak 2017 sebesar Rp 379 miliar, 2018 Rp 452 miliar, dan 2019 Rp 590 miliar. Di 2022 PNBP lelang mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 534 miliar dan di 2021 meningkat lagi jadi Rp 726 miliar.

Joko menjelaskan bahwa lelang memiliki tiga peran penting bagi perekonomian nasional. Pertama membantu pemulihan keuangan negara dengan menegakkan hukum melalui penjualan barang rampasan, sitaan dan barang milik negara.

"Di sini uang negara yang sudah dikorupsi, disalahgunakan kemudian ada proses hukum pidana, perdata dan kemudian perkara sudah inkracht misalnya ada perampasan kami lelang, itu peran lelang dalam ekonomi. Artinya uang negara tadinya diambil orang tak bertanggung jawab dikembalikan dengan proses lelang," paparnya. (Lmg)

Kredit

Bagikan