China Khawatir Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Imlek

user
Ivan Aditya 21 Januari 2023, 12:37 WIB
untitled

Krjogja.com - CHINA - Presiden China Xi Jinping mengungkapkan kekhawatirannya terkait penyebaran Covid-19 di daerah pedesaan di negaranya selama musim libur Tahun Baru Imlek 2023. Situasi itu berisiko memperburuk krisis kesehatan setelah China mendadak meninggalkan kebijakan nol-Covid pada awal Desember 2022.

Libur Tahun Baru Imlek menandai mobilisasi manusia terbesar di Tiongkok. Para pejabat memprediksi sekitar 1,4 miliar warga akan pulang kampung untuk menemui keluarga mereka dalam beberapa minggu ke depan, yakni sekitar dua pertiga dari sebelum pandemi.

Para ahli telah memeringatkan periode itu bisa menjadi momen penyebaran virus terbesar sejak muncul pertama kali di Wuhan, China tengah, di akhir 2019. Xi yang berbicara di Balai Besar Rakyat di Beijing, mengatakan dia sekarang 'sangat prihatin dengan daerah pedesaan dan penduduk pedesaan' karena China memasuki 'fase baru' dari respons pandemi.

Pemimpin China itu menuntut upaya yang lebih kuat dari pejabat tingkat rendah untuk meningkatkan sumber daya medis dan lebih mempersiapkan diri untuk mengobati kasus yang parah. Dia juga memerintahkan langkah-langkah kesehatan yang 'lebih ketat' untuk kembali diterapkan di "panti jompo dan fasilitas kesejahteraan" mengingat kerentanan lansia China.

Bagi banyak orang China perkotaan, liburan ini adalah perjalanan pulang pertama mereka dalam tiga tahun, tetapi mereka dibayangi kecemasan penyebaran infeksi ke daerah pedesaan yang kurang terlindungi. Sebelum pidato Xi, pihak berwenang sudah melarang perjalanan dan pertemuan besar.

Setelah Beijing mencabut pembatasan nol-Covid bulan lalu, wabah kembali merebak di daerah perkotaan, dan perkiraan internal pemerintah menunjukkan ratusan juta orang tertular virus dalam hitungan minggu. Pihak berwenang melaporkan hampir 60.000 kematian terkait Covid-19 di rumah sakit di seluruh negeri sejak berakhirnya pembatasan. (*)

Kredit

Bagikan