Video Penangkapan Gibran dan Kaesang oleh KPK Ternyata Hoaks

user
Danar W 24 Januari 2023, 12:30 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Video yang menyebut lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan sang adik, Kaesang Pangarep adalah tidak benar alias hoaks.

"KPK memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait penangkapan pelaku korupsi pada penyertaan modal yang menyebut keterlibatan salah satu kepala daerah adalah tidak benar atau hoaks," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (24/1/2023).

Sebelumnya, viral di media sosial Youtube terkait KPK berhasil menangkap dua putera Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Dalam video viral itu disebutkan bahwa KPK tak pandang bulu dalam mengungkap kasus korupsi pada penyertaan modal.

Video itu diunggal kanal YouTube Pejuang Muda. Terlihat dalam video tersebut Gibran sudah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Bahkan dalam video juga ditampilkan Ketua KPK Firli Bahuri tengah menggelar konferensi pers.

"Kaesang & Gibran Terbukti Gunakan Cuan Dari Rakyat," demikian judul yang dituliskan pemilik video.

"Informasi yang beredar melalui media sosial Youtube ini mengutip sebagian pernyataan Pimpinan dan Juru Bicara KPK dengan beberapa latar visual terkait kegiatan KPK. Kemudian dirangkai dengan informasi lain sehingga membentuk narasi yang tidak benar. Konten ini juga disebarluaskan melalui aplikasi pesan dan diberitakan oleh beberapa portal berita online," kata Ali.

Ali Fikri menyayangkan viralnya video hoaks tersebut. Menurut dia, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif.

"Media digital bisa mengambil peran untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi kepada khalayak luas, bukan justru untuk memproduksi dan menyebarkan narasi-narasi hoaks yang kontraproduktif," ucap Ali.

Ali meminta kepada pihak-pihak tersebut menghentikan aksinya menyebarkan informasi palsu. Apalagi, menyalahgunakan pernyataan KPK yang dikutip secara parsial untuk menggiring opini publik yang keliru.

"Informasi seperti ini justru dapat menimbulkan provokasi di tengah-tengah masyarakat yang sedang gigih bersatu-padu memberantas korupsi di negeri ini," kata Ali.

Ali menyebut KPK mengajak masyarakat selalu waspada dan menyaring setiap Informasi yang diterima, khususnya terkait pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi oleh KPK.

"Masyarakat juga bisa mengkonfirmasinya langsung ke KPK melalui call centre 198," Ali memungkasi.(*)

Kredit

Bagikan