Laba BCA Selama Tahun 2022 Sebesar Rp 40,7 Triliun

user
Ivan Aditya 26 Januari 2023, 18:31 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak selama tahun 2022 mencapai Rp 40,7 triliun atau tumbuh 29,6 persen secara year on year (yoy).

“Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah serta dukungan dari pemerintah dan otoritas, sehingga BCA melewati tahun 2022 dengan kinerja yang solid. Meskipun terdapat tantangan berupa ketidakpastian perekonomian global, kami melihat momentum bisnis di Indonesia kembali bertumbuh,” kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja dalam acara paparan kinerja BCA full year 2022 di Jakarta, Kamis (26/01/2023).

Dikatakan, selama tahun 2022 total kredit BCA naik 11,7 persen yoy menjadi Rp 711,3 triliun, atau lebih tinggi dari target pertumbuhan 8-10 persen.

Adapun rincian penyaluran kredit antara lain, untuk korporasi naik 12,5 persen yoy mencapai Rp 322,2 triliun, sedangkan kredit komersial dan UKM meningkat 10,1 persen, mencapai Rp 210,2 triliun.

Sebagai hasil pelaksanaan dua kali expo di tahun 2022, penyaluran krdit kepemilikan rumah ( KPR ) baru mampu melampaui level pra-pandemi. Sejalan dengan pencapaian tersebut, KPR tumbuh 11,0 persen menjadi Rp 108,3 triliun. Sementara itu, kresit kendaraan bermotor (KKB) naik 13,6 persen menjadi Rp 46,1 triliun, mampu rebound dari penurunan di tahun sebelumnya.

Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 13,4 persen menjadi Rp 13,8 triliun seiring dengan meningkatnya berbagai aktivitas masyarakat, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 11,7 persen menjadi Rp 171,3 triliun.

Dikatakan, untuk penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 14,9 persen mencapai Rp 183,2 triliun di Desember 2022, berkontribusi hingga 25,4 persen terhadap total portofolio pembiayaan BCA.

Ditambahkan, pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman. Rasio loan at risk (LAR) turun ke 10,0 persen di tahun 2022, dibandingkan 14,6 persen di tahun 2021.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 1,7 persen di 2022, turun dari 2,2 persen di tahun sebelumnya.

Sementara untuk total dana pihak ketiga (DPK) selama tahun 2022 tumbuh 6,5 persen menjadi Rp 1.040 triliun, dengan dana murah (CASA) naik 10,6 persen mencapai Rp 847,9 triliun per Desember 2022, berkontribusi hingga 82 persen dari total dana pihak ketiga.Sedangkan total aset BCA tahun 2022 naik 7,0 persen menjadi Rp 1.315 triliun.

Untuk memperkuat ekspansi ekosistem bisnis, BCA berkolaborasi dengan mitra strategis dan melakukan inovasi layanan digital serta investasi berkesinambungan. Pada tahun 2022, total volume transaksi naik 36,8 persen mencapai 24,1 miliar transaksi, selaras dengan penambahan jumlah rekening nasabah sebesar 6,2 juta menjadi 34,7 juta.

“Seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang positif, kami optimistis menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas, dan melangkah secara pruden di tahun 2023. Kami berkomitmen terus mendukung pemulihan ekonomi di berbagai sektor, sekaligus menghadirkan beragam program inklusif yang mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” kata Jahja. (Lmg)

Kredit

Bagikan