Amerika Tetap Beranggapan Covid-19 Berasal dari Wuhan China

user
Ivan Aditya 04 Maret 2023, 19:21 WIB
untitled

Krjogja.com - AMERIKA - World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia telah mendesak semua negara untuk mengungkapkan apa yang mereka ketahui tentang asal-usul COVID-19. Hal ini terjadi setelah klaim dari beberapa lembaga pemerintah AS bahwa kebocoran laboratorium China di balik penyakit itu dibantah keras oleh Beijing.

"Jika ada negara yang memiliki informasi tentang asal-usul pandemi, informasi tersebut harus dibagikan kepada WHO dan komunitas ilmiah internasional,” kata direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Sebelumnya Direktur FBI, Christopher Wray, mengatakan bahwa agensinya sekarang menilai sumber pandemi COVID-19 adalah "kemungkinan besar potensi insiden laboratorium di Wuhan".

Infeksi pertama dari Virus Corona tercatat pada akhir 2019 di salah satu kota di China, yang menampung laboratorium penelitian virus. Pejabat China membantah klaim FBI, menyebutnya sebagai kampanye kotor terhadap Beijing.

Sementara Tedros menekankan bahwa WHO tidak ingin menyalahkan, tetapi ingin "memajukan pemahaman kita tentang bagaimana pandemi ini dimulai sehingga kita dapat mencegah, mempersiapkan, dan menanggapi epidemi dan pandemi di masa depan".

Dia mengatakan politisasi penelitian asal-usul virus membuat karya ilmiah lebih sulit dan akibatnya dunia menjadi kurang aman.

Pada tahun 2021, badan kesehatan PBB membentuk Scientific Advisory Group for the Origins of Novel Pathogens (Sago) untuk menyelidiki asal muasal pandemi. Namun hingga kini belum ada hasil pasti terkait asal virus tersebut.

"WHO terus meminta China untuk transparan dalam berbagi data dan untuk melakukan penyelidikan yang diperlukan dan membagikan hasilnya,” kata Tedros, menambahkan bahwa dia telah menulis dan berbicara dengan para pemimpin China pada beberapa kesempatan. (*)

Kredit

Bagikan