Literasi Jadi Alat Maksimalkan Kualitas SDM Indonesia

user
Ivan Aditya 20 Maret 2023, 22:12 WIB
untitled

Krjogja.com - LAMPUNG - Memaksimalkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi pekerjaan rumah di sebagian besar daerah di Indonesia dan literasi menjadi salah satu alat untuk mewujudkannya.

“Indeks literasi sangat erat dengan kualitas SDM dan itu sangat dibutuhkan,” kata Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi pada kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) untuk Kesejahteraan yang juga dirangkaian dengan Festival Literasi secara hibrida, Senin (20/03/2023).

Kegiatan PILM dan Festival Literasi ini merupakan salah satu solusi dalam pemecahan masalah akan rendahnya keinginan seseorang terhadap pentingnya literasi dari mencari, memahami, mengevaluasi secara kritis, dan mengelola informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk pengembangan kehidupan pribadi dan sosial.

“Penyelenggaraan PILM Provinsi Lampung dan Festival Literasi Tahun 2023 ini, merupakan langkah positif bersama yang strategis, dalam upaya membangkitkan gairah kompetisi di tengah masyarakat untuk dapat terus berkembang, baik di tengah masyarakat umum maupun pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, menambahkan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui transformasi perpustakaan dengan kolaborasi yang melibatkan seluruh stakeholders.

Mengingat permasalahan yang dihadapi yakni kurangnya bahan bacaan, Kepala Perpusnas mengajak seluruh civitas akademika dan pemerintah daerah untuk menghasilkan buku-buku ilmu terapan tentang potensi sumber daya alam, sejarah, pariwisata, dan kuliner, yang bermanfaat bagi masyarakat terutama di daerah pedesaan dan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

“Saya mengajak perguruan tinggi untuk menulis hasil risetnya guna memperbanyak buku-buku ilmu terapan bagi masyarakat karena mereka membutuhkan itu untuk memulai usaha mikro mereka sendiri,” ajaknya.

Mulyadi menjadi satu dari banyak masyarakat yang terbantu dari keberadaan literasi dan perpustakaan. Karena awal merintis usaha pisang goreng beku tersebut, dia hanya berdua dengan istrinya, namun sekarang dia mampu memiliki 25 orang pegawai.

Hal tersebut menandakan bahwa sejatinya, literasi memiliki efek positif dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan berkat penciptaan lapangan pekerjaan yang muncul dari kreativitas serta inovasi yang dihasilkan oleh Mulyadi. Sehingga tidak hanya menyejahterakan kehidupan pemilik usaha tersebut, melainkan juga seluruh pegawainya.

Pada kesempatan yang sama, Sastrawan Muda, Erisca Febriani juga menceritakan kisahnya ketika mulai menulis buku. Eris berkisah bahwa dia mulai suka membaca saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), sejak saat itu dia mulai memberanikan diri untuk menyalurkan hasil imajinasinya dalam bentuk tulisan dan membagikannya ke teman-temannya. Tak disangka, hasil tulisannya mampu merepresentasikan keinginan-keinginan pembaca yang belum dapat terealisasi.

“Saya memang suka baca dari SMP tapi dulu yang dibaca memang novel anak SMP, sampai akhirnya timbul kepikiran mau nulis karena kan sudah banyak baca buku. Kepikiranlah pengen nulis dengan karakter yang baru dengan konflik baru juga dan pada saat itu belum ada penulis yang nulis. Terus mikir lagi, ‘kenapa harus nunggu penulis itu, kenapa enggak aku mulai sendiri?’ akhirnya berdasarkan hal itu, saya mulai menulis,” jelasnya.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, menerangkan tugas pokok dan fungsi dari DPRD ada 3 (tiga) diantaranya membuat rapperda, mengatur anggaran, dan melakukan pengawasan. Yanuar juga menekankan dalam upaya membangun daerah terutama meningkatkan kualitas SDM, tidak dapat dilakukan oleh hanya satu pihak, melainkan menjadi tugas bersama sehingga dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama, Sri Sumekar mengatakan tolak ukur kemajuan bangsa dinilai dari indeks literasinya. Untuk itu, dia menjelaskan 6 (enam) program Perpusnas dalam upaya penguatan literasi antara lain Inkubator Literasi, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Bunda Literasi, PILM, Bantuan Koleksi dan Sarana Prasarana untuk Pegiat Literasi, dan Penghargaan Nugrajasa Darmaloka untuk Pegiat Literasi. (Lmg)

Kredit

Bagikan