20 Mei 2020

PADA bulan Puasa atau Ramadan ini, dari masjid kampungku akhirakhir ini sering terdengar petugas membangunkan warga untuk bangun dan makan sahur. Tidak hanya membangunkan warga untuk bangun makan sahur, petugas juga memberi peringatan kepada warga. ”Sahur... sahur.... Kalau tidak sahur, nanti badan greges-greges seperti saya.”

Kiriman:
Wahib Mubarak, Sangularan Sumberrejo, Tempel Sleman 55232

19 Mei 2020

SEPULANG dari pasar, istri saya membuka belanjaan dan menganginanginkannya. Saya lihat ada bungkusan berisi butir-butiran berwarna coklat, langsung saya comot dan saya simpan. Ketika buka puasa, benda itu langsung saya kunyah, tetapi rasanya aneh dan keluar buih. Ternyata itu lerak untuk mencuci kain batik. (Muhanam, RT 001 RW 026 Karangbajang, Tlogoadi Mlati Sleman 55286)

Kiriman:
-

15 Mei 2020

SELAMA ini kita hanya mengenal arisan dalam bentuk uang, tetapi di kampung saya ada arisan tenaga tandur pada saat musim tanam padi. Arisan tersebut diadakan karena akhir-akhir ini para petani kesulitan mencari tenaga tanam padi. Arisan dilakukan oleh sesama petani, dan yang dapat arisan bisa tanam padi dengan tenaga anggota arisan itu.

Kiriman:
Sumarno, Klumutan RT 14 RW 07 Srikayangan, Sentolo Kulonprogo 55664

13 Mei 2020

SAYA mempunyai hobi mengisi teka teki silang dan menulis sungguhsungguh terjadi, yang biasanya saya kirimkan ke redaksi menggunakan kartu pos dengan harga Rp 300 perlembar. Sekarang, saya pakai kertas manila, harganya Rp 1.800 perlembar bisa dibuat 36 lembar kertas ukuran kartu pos. Kalau pakai kartu pos, saya harus mengeluarkan uang Rp 10.800. Kalau memakai kertas manila hanya Rp 1.800. (Chendra Octaria, Jalan Diponegoro 9A RT 012 RW 003 Gowongan, Yogyakarta 55232)

Kiriman:
-

11 Mei 2020

SELAMA pandemi Covid-19 ini, seorang bapak di Janturan Yogyakarta selalu menghindar jika diajak jabat tangan atau bersalaman, sehingga sempat ditegur oleh sang istri. Bahkan ia disarankan agar setelah bersalaman segera cuci tangan memakai sabun. Bapak itu akhirnya berterus terang bahwa tangannya sedang sakit karena terkilir.

Kiriman:
Winaryo Amanu, Janturan UH 4/446A RT 17 RW 04 Yogyakarta 55164)

08 Mei 2020

FEBRUARI lalu suami saya yang mengajar di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta melaksanakan umrah. Ketika sedang duduk-duduk di Masjidil Haram menunggu waktu salat Isya, ada seorang pemuda Indonesia mendekat dan menegur suami saya sambil cium tangan. Ternyata dia mahasiswa suami saya tahun 2008 yang sudah menjadi dosen di Universitas Jambi dan sama-sama sedang menjalankan umrah.

Kiriman:
Isnaini Fitriyani, Perum Soka Asri Permai B7 Yogyakarta 55571

05 Mei 2020

IMBAS penyebaran virus Korona saat ini banyak jalan masuk perkampungan atau perumahan ditutup, disertai beragam tulisan dengan kalimatkalimat cukup menarik. Kata-kata yang banyak digunakan antara lain jalan ditutup, lock down, jaga jarak, cuci tangan. pakai masker. Di Dusun Bayanan Banjarnegoro, Mertoyudan Magelang, ada spanduk bertuliskan begini: Ora arep nutup dalan, tur kowe sing resikan. Ojo ngeyel, ojo nyepelekke. Korona ki kaya dhemit, ora ketok.

Kiriman:
Nur Khafid, Kalisari 858 RT 01 RW 08 Wates, Magelang 56113

02 Mei 2020

TERKAIT Covid-19, saya iseng-iseng membuka Google mencari arti terjemahan angka 19 dalam bahasa Jawa. Ternyata Google tidak menguasai bahasa Jawa, karena angka 19 diterjemahkan dalam bahasa Jawa menjadi sembilan puluh (90). Angka 90 juga diterjemahkan menjadi sembilan puluh. Padahal mestinya 19 dalam bahasa Jawa adalah sangalas. (Wariso Waris, Wonosidi Kidul RT 03 RW 18 Wates, Kulonprogo 55651)

Kiriman:
-

29 April 2020

TETANGGA saya, pasangan suami-istri belum punya anak dan si istri sangat menyayangi kucing. Selama pandemi Covid-19 ini, suami dan kucing piaraannya disuruh di rumah saja. Ketika kucing itu pergi, dicari sampai ketemu. Si kucing pun dimarahi, ”Ayo cepat pulang. Tidak pakai masker, nanti kena Korona.” Sampai di rumah, si kucing juga diberi minuman empon-empon.

Kiriman:
Dariyo G, Patangpuluhan RT 41/VI Yogyakarta

27 April 2020

RABU 15 April 2020, aku dapat kiriman paket dari budhe yang tinggal di Sleman, berupa mukena, jilbab dan oleh-oleh khas umrah. Seharusnya, budheku berangkat umrah 13 Maret 2020 tetapi ada penundaan karena wabah Covid-19. Padahal budheku sudah menyiapkan oleh-oleh untuk tetangga dan saudara-saudaranya. (Afiatun Atiyyah, Kelas X IPA MA Darul Quran Jalan Nusantara 17 Ledoksari Kepek, Wonosari Gunungkidul 55813)

Kiriman:
-

23 April 2020

SENIN 24 Februari 2020, saya menghadiri workshop di MTs Al-Falah Arungkengke Sulawesi Selatan. Salah satu narasumber adalah Kepala MTs NU Pakis Malang. Beliau bercerita bahwa ada siswanya yang sering kesurupan. Karena terlalu sering kesurupan, beliau berkata kepada siswanya itu, kalau ia kesurupan lagi akan diberi kotoran ayam. ”Sejak saat itu, siswa tersebut tidak pernah kesurupan lagi,” katanya.

Kiriman:
Siska Yuniati, MTsN 3 Bantul, Wukirsari Imogiri Bantul 55782

21 April 2020

SEJAK semua aktivitas dilakukan di rumah karena virus Korona, orangtua saya selalu mengirimkan obat herbal berupa empon-empon lewat paket kepada Mbah Putri. Orangtua saya tampak berseri-seri ketika mengetahui bahwa Mbah Putri langsung membuka paket dan segera minum empon-empon itu. Mbah Putri juga tampak sehat, karena minum jamu paketan. (Rahmaditya Khadifa, Perumahan Griya Kartika A7 Pucangan, Kartasura)

Kiriman:
-