01 Januari 1970

SEKELOMPOK anak muda belum lama ini riang gembira di Umbul Pajangan Wedomartani Ngemplak Sleman, setelah ngerjain salah satu teman yang tidak bisa berenang, dengan mendorongnya ke kolam. Tiba-tiba terlihat seorang perempuan berusia lanjut berenang wira-wiri di kolam berkedalaman, 1,6 meter itu. Olok-olok untuk teman yang tidak bisa berenang itupun bertambah.

Kiriman:
Suharyadi, Klebur Lor RT 002 RW 011 Argomulyo, Cangkringan Sleman

01 Januari 1970

JUMAT lalu saya mengantar istri berobat di RS Nyi Ageng Serang Kulonprogo. Saat antri obat, istri pamit ke toilet dan minta saya menunggu panggilan. Ketika petugas memanggil nama Bapak Marwanto, saya kaget karena mestinya yang dipanggil nomor dan nama isteri saya. Saya segera ke loket menunjukkan nomor antrean. ”Yang nomor 7 saya, Pak,” kata lelaki di belakang saya

Kiriman:
Marwanto, Maesan III Wahyuharjo Lendah, Kulonprogo 55663

01 Januari 1970

SETIAP membersihkan kamar anak saya, selalu saya dapati sepatu berada di kasur. Setiap kali saya taruh bawah, paginya sudah berada di kasur lagi. Begitu berkali-kali. Ketika saya amati, ternyata sepatu itu digunakan untuk sandaran hape.

Kiriman:
Tri Lestari SPt, Mrunggi RT 23 RW 13 Sendangsari, Pengasih Kulonprogo 55652)

01 Januari 1970

BELUM lama ini saya diajak membantu saudara sepupu berjualan salak di sebelah timur Jembatan Sayidan Yogyakarta dan hari itu hanya laku satu kilogram salak. Ketika saya membungkuk untuk menggeser tikar tempat berjualan, hape saya terjatuh dari saku kaos, sehingga LCD pecah. Sore pulang ke rumah, sambutan istri tampak kurang senang.

Kiriman:
Prayudi, Bekelan RT 1 Tirtonirmolo, Kasihan Bantul 55181)

01 Januari 1970

ANAK tetangga saya bernama Albar alias Baban yang berusia sekitar lima tahun, punya kebiasaan unik, berbeda dengan anak-anak seusianya. Kalau ada pedagang jajanan lewat depan rumahnya, ia selalu buru-buru masuk rumah dan bersembunyi di kolong tempat tidur. Kalau ditanya, ia selalu menjawab, ”Mengko aku ndhak pengin jajan.”

Kiriman:
Agus Maryadi MD, Kajor RT 03 RW 01 Nogotirto, Gamping Sleman

18 Januari 2021

JIKA anda suatu saat melintasi perempatan Tamansari ke arah Jalan Kadipaten Yogyakarta, ada seorang bapak sepuh berkacamata menjual koran eceran. Bertahun-tahun profesi itu dijalani dengan setia. Kalau pas suasana mendung sehabis hujan, maka bapak tadi bilang : KR masih anget..ayo buruan beli. Nah, mau KR anget, silakan beli.

Kiriman:
Hendra Sugiantoro, Jalan IKIP PGRI Yogyakarta)

01 Januari 1970

IBU mertua saya yang sudah berusia 80 tahun, akhir-akhir ini punya kebiasaan setiap malam mematikan lampu. Ketika saya tanya mengapa kamarnya selalu gelap, jawabannya seperti ini: ”Agar cahaya tidak dihabiskan di dunia. Cahayanya disimpan buat di alam kubur,” Saya hanya maklum, mungkin orang yang sudah usia lanjut memang sering berpikiran seperti itu.

Kiriman:
Eti Suryati, Kledung Karang Dalem RT 002 RW 001 Banyuurip, Purworejo 54171

01 Januari 1970

KAMIS 23 Juli 2020, saya membeli buku di lapak buku bekas. Setelah sampai di rumah, saya membaca buku yang memang sudah lama saya cari. Saat membaca bab 3, saya mendapati selembar uang kertas limapuluh ribuan di buku nonfiksi tersebut. Selain mendapat buku keren, saya juga dapat uang. Lumayan.

Kiriman:
Sutono, Harjosari Kidul RT 16 RW 04 Adiwerna, Kabupaten Tegal 52194

01 Agustus 2020

BELUM lama ini simbah mendapat kiriman ayam goreng utuh, lengkap dengan sambal dan lalapan. Saya kira, itu ayam goreng punjungan, sehingga saya langsung makan dengan nasi panas. Tiba-tiba simbah mendekat dan berkata, Pitike goreng durung dibayar. Isih ditunggu bakule nang ngarep rumah. Bahwa ayam goreng tersebut belum dibayar dan masih ditunggu penjualnya di depan rumah. (Titiek T, Jalan Melati 5/284 Perum Condongcatur Yogyakarta)

Kiriman:
-

30 Juli 2020

AKIBAT pandemi Covid-19, saya terpaksa membuka celengan dan mengambil uang sedikit demi sedikit. Suatu ketika, saya melihat ibu saya membuka celengan itu dengan cara dibelah. Spontan saya protes, Celengan merah itu milik saya. Milik ibu yang biru. Ibu saya menyahut, Tidak bisa. Saya selalu menabung di celengan ini. Akhirnya kami bersepakat, uang Rp 5 ribuan milik ibu dan uang nominal lain milik saya. (Noor Diah Marinti, Jalan Jayenaningprang 6 Yogyakarta 55111)

Kiriman:
-

16 Juli 2021

SEBELUM pandemi Covid-19, Dinas Perhubungan DIY mengadakan sosisalisasi disiplin berlalulintas di salah satu SMA di Gunungkidul. Semua peserta mendapat kaos dan uang transpot. Peserta yang dapat menjawab pertanyaan, akan mendapat hadiah helm standar: ”Kalau kalian berkendara dari Kota Wonosari sampai sekolah ini melewati berapa lampu merah?” Jawaban peserta tidak ada yang betul, karena jawabannya, ”Tidak melewati lampu merah. Ketika lampu merah, semua pengendara harus berhenti.”

Kiriman:
Drs Wiyana MPd, SMA Negeri 1 Semanu Gunungkidul 55893

13 Juli 2021

SABTU 27 Juni 2020, saya dan istri gowes keliling objek wisata Rowo Jombor, Bukit Sidoguro, Krakitan, Bayat, Klaten. Beberapa komunitas sepeda pakai kaos dengan berbagai tulisan di punggung mereka: Forem, Rodas, Pitagoras, Bergas, Restu atau Rebo Setu. Ada juga seorang pria pakai kaos putih bertulisan: Godaan Pria Jaman New Normal, Harta Tahta Sepeda.

Kiriman:
Suwarno, Jalan Raya Utara 73 Wedi Klaten 57461)