27 April 2021

RABU 21 April 2021 sore, tetangga saya yang sudah lanjut usia mendapat paket bantuan. Ia membuka salah satu produk dengan kemasan kaleng dan langsung diminum. Ia sangat terkejut karena kaleng itu berisi kuah ikan laut. Ia kemudian lapor Pak RT, dan dijelaskan bahwa kaleng yang dikira minuman itu memang sarden ikan.

Kiriman:
Erwati, Patangpuluhan WB 3/598 Yogyakarta

21 April 2021

SENIN 19 April 2021 sekitar pukul 07.00, Ibu siap berangkat ke rumah sakit untuk vaksinasi lansia kedua. Ketika menunggu ojek on line langganan, datang seseorang sehingga Ibu bergegas mendekatinya dan minta helm. Ternyata yang datang itu tamu adik ipar, yang motornya mirip ojol langganan Ibu. Untung, ojol langganan Ibu segera datang.

Kiriman:
Herumawan Prasetyo Adhie, Jalan Wonosari Km 9 Dusun Sribit Kidul, Sendangtirto Berbah Sleman 55573

23 Juni 2021

KAMI adalah keluarga besar, tujuh bersaudara dan yang sulung sudah berusia 80 tahun. Meski semua sudah tua, Alhamdulillah masih sehat semua. Waktu masih kecil, kami punya wadanan atau nama julukan sendiri-sendiri. Ada Krete (Krempeng), Limbuk, Gareng, Mbolothok, dan Peyok. Tetapi sebutan yang abadi adalah Limbuk, karena keponakan-keponakan memanggilnya Tante In, kebiasaan dari kecil ketika belum bisa mengucapkan Tante Lim.

Kiriman:
Pipik Wuryantari, Pakem RT 01 RW 01 Tamanmartani, Kalasan Sleman 55571

22 Juni 2020

TIBA-TIBA saya menemukan kembali kertas putih ukuran 20 cm X 9 cm dari Pos Indonesia. Saya jadi teringat bahwa saya pernah menulis SST dan setelah dimuat saya mendapat honor. Namun honor itu belum saya ambil. Saya berniat membuat SST dan berharap dimuat lagi, baru akan mengambil honornya. Ternyata sudah dua tahun lebih tulisan SST saya tidak terkirim. Masih ada di dalam ransel yang tidak pernah saya pakai lagi.

Kiriman:
Murni Rianti, Jalan A Yani 320 Kota Magelang 56114

20 Juni 2021

TETANGGA saya tergesa-gesa memasang gigi palsunya setelah dibersihkan, sehingga gigi itu patah. Ia tampak menyesal, karena gigi palsunya tidak bisa dipasang lagi. Ia bermaksud ke tukang gigi, tetapi sedang pandemi Covid-19. Setelah merenung, ia tampak legawa. Ia tidak perlu risau tanpa gigi palsu, karena tiap hari ia memakai masker, sehingga tidak kelihatan kalau ompong.

Kiriman:
(Broto Widodo), Janturan UH 4/380 Yogyakarta 55164

18 Juni 2020

BANYAK kisah unik soal pandemi Covid-19. Di antaranya, ada imbauan ditulis besar di Jalan Sugeng Jeroni Yogyakarta: Mangan ora mangan, sing penting ora kumpul. Nganggo masker, jaga jarak. Lalu di Kampung Patangpuluhan ada ajakan peduli Covid-19. Saatnya jangan sayangi pacar. Jangan mencium pacar. Pakai masker dan jaga jarak.

Kiriman:
Dariyo, Patangpuluhan 598, Yogyakarta

13 Juni 2021

SELASA pagi 2 Juni 2020, mendadak ada permintaan dari teman untuk membuat geguritan yang akan dibacakan secara online. Setelah geguritan terkirim dan dibaca, ada beberapa tanggapan ‘jempol’ lewat facebook, yang kemudian saya respons. Tetapi ketika saya baca ulang, ternyata saya keliru menulis ‘kempol’. Padahal maksud saya jempol, dan buruburu saya ralat.

Kiriman:
Yohanes Siyamta, Sidomulyo TR IV/345 Yogyakarta 55243

11 Juni 2021

PADA masa pandemi Covid-19 ini, seorang ibu membeli lauk empat potong tempe gembus goreng. Sampai di rumah, ketika akan dipakai untuk lauk, ternyata gembus itu sudah digondol kucing. Dengan perasaan marah ia cari-cari kucing itu. Ia melihat si kucing sedang makan gembus goreng sambil menyusui tiga anaknya. Kemarahan ibu itu mendadak reda, karena ia juga punya anak balita yang masih ia susui.

Kiriman:
Rika Dian Mayawati AMd, Jalan Nogopuro Gang III/2 RT 01 RW 02 Gowok, Yogyakarta 55281)

11 Juni 2020

SEORANG kakek berusia sekitar 85 tahun diundang mengikuti rapat bantuan dampak Covid-19. Ia disuruh cuci tangan pakai sabun,, duduk menjaga jarak, dan memakai masker. Sang kakek menuruti semua ketentuan protokol kesehatan tersebut. Ketika akan minum hidangan yang disediakan panitia, ia lupa membuka masker. Mungkin tidak terbiasa memakai masker. (Tanto, Gang RW 05 Patangpuluhan RT 31, Wirobrajan Yogyakarta)

Kiriman:
-

08 Juni 2020

SUASANA lebaran masih terasa, saat berkunjung dengan keluarga ke tempat nenek di Klaten. Di ruang tamu berjejer kaleng dan toples, meski tak banyak tamu karena masa pandemi Covid-19. Ngobrol asyik, tiba-tiba keponakanku menangis minta kue seperti pada gambar kaleng biskuit tersebut. Keponakan yang masih PAUD tersebut kecewa karena ketika membuka kaleng biskuit, eh isinya intip goreng.

Kiriman:
Sukina, Jambidan Lor RT 06, Banguntapan, Bantul

06 Juni 2021

SEORANG anak kecil merengek mengajak orangtuanya mengunjungi kakeknya di Pekalongan. Orangtuanya tidak mengabulkan, karena sedang pandemi Covid-19 dan banyak daerah menerapkan pembatasan sosial. Si anak tetap merajuk, minta dikirimkan lewat paket. Yang penting bisa bertemu sang kakek.

Kiriman:
Reki Eko Rohdiyanto, Dusun/Desa Jetis RT 2 RW IV/14 Bandungan, Ungaran Semarang 50665

06 Juni 2020

HARI pertama lebaran lalu, bapak teman saya harus dilarikan ke rumah sakit. Penyebabnya bukan sakit kambuh, tetapi 'kemlurusen' karena tidak ada seorangpun anak-anaknya yang mudik karena sedang pandemi Covid-19. Meskipun sudah berkali-kali dijelaskan lewat telepon, bapak itu tetap tidak bisa memahami adanya imbauan bahwa perantau tidak mudik pada lebaran ini. (Sumarno, Klumutan RT 14 RW 07 Srikayangan, Sentolo Kulonprogo 55664)

Kiriman:
-