01 Januari 1970

IBU mertua saya yang sudah berusia 80 tahun, akhir-akhir ini punya kebiasaan setiap malam mematikan lampu. Ketika saya tanya mengapa kamarnya selalu gelap, jawabannya seperti ini: ”Agar cahaya tidak dihabiskan di dunia. Cahayanya disimpan buat di alam kubur,” Saya hanya maklum, mungkin orang yang sudah usia lanjut memang sering berpikiran seperti itu.

Kiriman:
Eti Suryati, Kledung Karang Dalem RT 002 RW 001 Banyuurip, Purworejo 54171

01 Januari 1970

KAMIS 23 Juli 2020, saya membeli buku di lapak buku bekas. Setelah sampai di rumah, saya membaca buku yang memang sudah lama saya cari. Saat membaca bab 3, saya mendapati selembar uang kertas limapuluh ribuan di buku nonfiksi tersebut. Selain mendapat buku keren, saya juga dapat uang. Lumayan.

Kiriman:
Sutono, Harjosari Kidul RT 16 RW 04 Adiwerna, Kabupaten Tegal 52194

21 November 2016

GAPURA di Dusun Sabrang Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul tak bertuliskan "Selamat Datang". Tapi diberi papan bertuliskan "Apakah ini Sabrang?" danditambah tulisan A. Tidak Benar, B. Tidak Tahu. C. Benar

Kiriman:
Agatha Pepy Yerinta, Baros Tirtohargo Kretek Bantul 55772

15 November 2016

SETIAP November, di Desa Grajagan Banyuwangi Jawa Timur, ada ritual "˜Mantu Kucing"™, berupa pernikahan kucing jantan berwarna hitam yang diberi nama Slamet dengan kucing betina kecoklatan dan dinamai Rahaya. Keduanya "˜dijodohkan"™ di sumber air Umbul Sari kemudian diarak keliling desa. Ritual itu dalam rangkaian tradisi berharap segera turun hujan.

Kiriman:
Yosef Bregas Rosarianto, Kelas VIII-B SMP Pangudi Luhur Wedi, Karangrejo Pandes Wedi Klaten 57461

14 November 2016

MBAH Imah (74) seorang tukang pijat warga Cilacap, saat memijat sepasang suami-istri bule asal Amerika, Mr dan Mrs Johnson, tahu pasiennya masuk angin, sehingga setelah dipijat terus dikeroki. Suami-istri bule itu merasa badannya lebih enakan. Tapi saat bertanya benda apa yang dipakai buat kerokan, ia kaget karena berupa uang logam Rp 5 tahun 1970

Kiriman:
Rhestri Alimah AN, Kelas X Bahasa SMAN 1 Cilacap, Jalan Letjen MT Haryono No 730 Tegalrejo Cilacap 53214

11 November 2016

DI warung makan sebelah selatan kantor KR, seorang pembeli kaget saat sedang membuat sendiri minumannya, karena ada orang menepuk bahunya sambil mengatakan, "Es teh satu." Yang ditepuk bahunya menunjuk ke seorang perempuan yang sedang leyeh-leyeh duduk di kursi, sambil berkata, "Itu penjualnya." Gantian yang menepuk bahu kaget, karena salah kira

Kiriman:
Herumawan Prasetya Ashie, GT II/537A RT 24 RW 06 Pringgokusuman Yogyakarta 55272

10 November 2016

DI Kampung Baran Jurang, Ambarawa, kalau ibuibu menengok ibu yang baru saja melahirkan tidak masuk pintu utama, tetapi lewat pintu belakang kemudian menaruh kakinya di atas tungku kayu yang biasanya masih mengepulkan asap setelah digunakan untuk memasak. Namun karena sekarang semakin banyak warga yang menggunakan kompor gas, sehingga ibu-ibu ganti mengangkat kaki di atas kompor gas kemudian menjenguk ibu dan jabang bayinya.

Kiriman:
Fitriyatun, Baran Jurang RT 02/RW 06 Kelurahan Baran, Ambarawa, Kabupaten Semarang 50651)

07 November 2016

LANTARAN diberi tulisan 'Warung Makan Janda', sebuah warung di sebelah Timur Alun-alun Kutoarjo sering dikerubuti pembeli. Padahal si penjual warung mempunyai suami. Tapi para pembeli akhirnya tahu bahwa kata 'Janda' merupakan singkatan dari kata-kata 'Jawa' dan 'Sunda'.

Kiriman:
RKA Rozzaq Wijaya, RT 02/RW 01 Senepo Timur 75, Kutoarjo 54212

03 November 2016

DUA turis bule yang berboncengan naik sepeda motor di jalan dusun Donoharjo, Ngaglik, Sleman, mendadak berhenti kemudian turun karena ada dua ekor ayam jago bertarung. Keduanya nampak girang dan sesekali tertawa sambil mengarahkan kamera videonya ke arah dua ekor ayam yang sedang duel seru. Warga pun berdatangan, bukan untuk ikutan nonton ayam jago yang bertarung, melainkan justru menonton ulah kedua bule tersebut.

Kiriman:
Iswari, Bentarjo, Donoharjo RT 02/RW 27 Ngaglik, Sleman

01 Januari 1970

SEORANG warga Boyolali yang punya hobi memancing terpaksa 'puasa mancing' dan pantang 'menyakiti hewan', karena istrinya sedang hamil. Ia kemudian menyalurkan hobi suratmenyurat yang kini sudah kalah dengan kemajuan teknologi, sehingga ia beralih ke Twitter-an, BBM-an, WA-an dan Facebook-an. Akibatnya, istrinya sering merasa dicueki dan ngomel-ngomel.

Kiriman:
Win Aribowo Setyawan, Blagung Ponco Widodo Simo Boyolali

01 Januari 1970

SEORANG pedagang di Malioboro yang sudah 'sepuh' saat ada turis mau beli gantungan kunci mengatakan, "Gangsal ewu mawon"... Dan si turis mengatakan, "Lima ribu boleh ya?" sambil menunjukkan uang Rp 5.000. Si pedagang pun mengatakan, "Nggih mpun", karena 'gangsal ewu' sama dengan 'lima ribu'

Kiriman:
Wijaya Heru S, FKIP PBSI UST, Jalan Batikan Yogyakarta

01 Januari 1970

DI depan Taman Pintar Yogya ada anak SMP dari rombongan studi tour bertemu seorang remaja putri dari Australia dan bertanya, "Hello miss, where are you from, miss?" Pertanyaan itu dijawab, "Australia." Kemudian ia balik bertanya, "And you...? Where are you from?" Si murid SMP menjawab, "Kita dua bis from Gunung Bromo Jatim." Si turis tampak tak tahu arti jawaban itu dan tersenyum sambil "Bye... bye...."

Kiriman:
Arifin Kurniawam, Prodi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta