01 Januari 1970

KAMIS 23 Juli 2020, saya membeli buku di lapak buku bekas. Setelah sampai di rumah, saya membaca buku yang memang sudah lama saya cari. Saat membaca bab 3, saya mendapati selembar uang kertas limapuluh ribuan di buku nonfiksi tersebut. Selain mendapat buku keren, saya juga dapat uang. Lumayan.

Kiriman:
Sutono, Harjosari Kidul RT 16 RW 04 Adiwerna, Kabupaten Tegal 52194

01 Agustus 2020

BELUM lama ini simbah mendapat kiriman ayam goreng utuh, lengkap dengan sambal dan lalapan. Saya kira, itu ayam goreng punjungan, sehingga saya langsung makan dengan nasi panas. Tiba-tiba simbah mendekat dan berkata, Pitike goreng durung dibayar. Isih ditunggu bakule nang ngarep rumah. Bahwa ayam goreng tersebut belum dibayar dan masih ditunggu penjualnya di depan rumah. (Titiek T, Jalan Melati 5/284 Perum Condongcatur Yogyakarta)

Kiriman:
-

25 September 2016

BELI telur di sebuah warung di Jalan Sosrowijayan Yogya, seorang pemuda bertemu turis bule yang mengucap, "Hallo...! Si pemuda menjawab, "Hallo...", tapi ditambah kata-kata, "I buy some egg" sambil menunjukkan seplastik telur. Si turis pun bilang, "Oo...telur..." Dengan pengucapan huruf R yang jelas. (Kiriman : Sunaryono, Jogoyudan Jt 3/524 Yogyakarta 55232)

Kiriman:
Sunaryono, Jogoyudan Jt 3/524 Yogyakarta 55232

23 September 2016

SEORANG nenek sambil berlinang air mata membujuk cucunya yang menangis supaya mau disuapi. Namun anak itu tetap saja menangis dan tidak mau makan dengan lauk telur. Nenek itu pun bergumam, "Dulu ketika nenek masih kecil, sering nangis karena lauk telur satu dibagi empat, kadang enam, bahkan sering rebutan. Eee anak sekarang makan dengan lauk telur satu utuh saja kok ya masih nangis..." (Kiriman Hinu S, Keparakan Kidul MG I/1078 Yogya 55152)

Kiriman:
Hinu S, Keparakan Kidul MG I/1078 Yogya 55152

22 September 2016

SAAT ada razia lalulintas di sebuah pertigaan, seorang pengendara sepeda motor tua tahun 1979 berhenti di bawah sebuah pohon mahoni pinggir jalan. Karena terlalu asyik memperhatikan razia, pengendara itu tidak menyadari bahwa di balik pohon mahoni tersebut ternyata berdiri seorang polisi yang berjaga dan langsung menepuk pundaknya dari balik pohon. Usut punya usut, ternyata si pengendara itu berhenti karena takut ada razia mengingat tidak memiliki SIM dan STNK, serta lampu utama dan lampu seinnya juga mati semua. (Kiriman : Eniek Srimulyani, SMK 17 Temanggung, Jalan Dr Soetomo 35 Temanggung)

Kiriman:
Eniek Srimulyani, SMK 17 Temanggung, Jalan Dr Soetomo 35 Temanggung

22 September 2016

SAAT ada razia lalulintas di sebuah pertigaan, seorang pengendara sepeda motor tua tahun 1979 berhenti di bawah sebuah pohon mahoni pinggir jalan. Karena terlalu asyik memperhatikan razia, pengendara itu tidak menyadari bahwa di balik pohon mahoni tersebut ternyata berdiri seorang polisi yang berjaga dan langsung menepuk pundaknya dari balik pohon. Usut punya usut, ternyata si pengendara itu berhenti karena takut ada razia mengingat tidak memiliki SIM dan STNK, serta lampu utama dan lampu seinnya juga mati semua. (Kiriman : Eniek Srimulyani, SMK 17 Temanggung, Jalan Dr Soetomo 35 Temanggung)

Kiriman:
Eniek Srimulyani

20 September 2016

SEORANG eyang kakung di Depok Sleman mengatakan, dulu sekitar tahun 1953-an, banyak tiang listrik ditempeli tulisan dalam huruf Jawa yang artinya 'Awas Listrik, Sing Ngemek Mati'. Penulisnya mengingatkan dua hal, yakni bahaya sengatan arus listrik dan perlunya pelestarian huruf Jawa yang unik, karena ada pedoman 'aksara Jawa yen dipangku mati',

Kiriman:
Drs Krismanto, Perum Puri Citra Indah B4 Sanggrahan RT 01/RW 08 Condongcatur Depok Sleman 55283

19 September 2016

SAAT tidur malam, sepasang suami istri warga Ngentak Sleman terbangun akibat suara ledakan beruntun dari arah dapur. Dengan jantung berdebar keduanya berjalan perlahan menuju dapur. Betapa terkejutnya mereka, mendapati kompor masih menyala dan dapur kotor akibat telur-telur 'mbledhos' berwarna hitam legam gara-gara direbus 4 jam. (Kiriman : Deti Prasetyaningrum MTsM Ngentak, Jalan Pokoh Wedomartani Ngentak Sleman 55584)

Kiriman:
Deti Prasetyaningrum, MTsM Ngentak, Jalan Pokoh Wedomartani Ngentak Sleman 55584

16 September 2016

BAK belakang truk atau pick up sering terdapat tulisan unik-unik. Tapi saat sebuah mobil pick up melintas di Jalan Ringroad Selatan Yogya, tulisan di bak belakangnya berupa doa sekaligus ratapan, yakni "Gusti Allah Kula pun Paringi Kuat Mlarat". (Victoria Wikanti Widaninggar, Sagan GK V/936 Yogyakarta 55223)

Kiriman:
Victoria Wikanti Widaninggar, Sagan GK V/936 Yogyakarta 55223

13 September 2016

PEKARANGAN milik seorang warga Kartasura meski dipasangi tulisan 'Dilarang Buang Sampah', tetap saja ada orang yang nekat buang sampah. Tapi setelah diberi tulisan "Di Sini Untuk Menyembelih Hewan Qurban. Yang Membuang Sampah di Sini Tidak Diberi Daging Qurban', pekarangannya lantas bebas sampah.

Kiriman:
Rhamaditya Khadifa, Perumahan Griya Kartika No A7 Pucangan Kartasura

12 September 2016

DI Banyuwangi menjelang Idul Adha selalu terjadi 'Mepe Kasur' (menjemur kasur) massal. Sebuah tradisi yang diyakini bisa menolak bala dan menambah keharmonisan rumah tangga. Acara ini menciptakan 'Konser Kasur', karena para ibuibu memukul-mukul kasur dengan rotan yang mengeluarkan suara khas untuk menghilangkan debu yang dipercaya dapat menolak penyakit dan santet

Kiriman:
Hendro Wibowo, Jalan P Diponegoro 122 Kutoarjo 54212

10 September 2016

SAAT jualan kambing piaraan di pasar hewan, seorang warga Boyolali kesal karena harga penawarannya rendah. Ia pun pulang dan sesampainya di rumah kambingnya dimandikan kemudian dikalungi ketupat. Setelah itu, ternyata harga kambingnya tinggi. Bahkan pembeli memesan kambing-kambingnya untuk kurban.

Kiriman:
RKA Rozzaq Wijaya, RT 02 RW 01 Senepo Timur 75 Kutoarjo 54212