SAAT saya membeli jamu di warung langganan, ada seorang bule melintas sambil bertanya, What is his? Si penjual jamu menjawab, 'Jamu empon-empon and the corona modar, Tuan. Si bule kemudian membeli empon-empon dan langsung meminumnya. Kemudian ia berkata, Jamu emponempone manjur, nggih? (Titiek T, Jalan Melati Wetan 5/284 Perum Condongcatur)

Kiriman:
,

TEMAN saya yang sudah punya dua cucu punya kebiasaan agak aneh. Setiap hari ia mendatangi salah satu rumah sakit terkenal di Kota Pati. Bukan untuk berobat atau besuk orang sakit, tetapi hanya untuk melihat wajah perempuan petugas parkir sepeda motor di rumah sakit tersebut. Padahal si mbak petugas parkir itu tidak tahu kalau sedang dilihat teman saya. (Susanto Sagipah, Jalan Kolonel Sugiyono GBKT 8 Desa Winong Pati 59112)

Kiriman:
,

5 November 2019

SENIN 9 Oktober 2019, pada jam makan siang saya memesan menu mie ayam pangsit lewat aplikasi ojek online. Setelah mantap, saya menekan tombol. Ternyata nama driver ojek online sama dengan nama saya. Ketika driver mengantar makanan yang saya pesan, saya malu menanyakan namanya. Puncaknya, kami hanya saling lempar senyum.

Kiriman:
Paryadi, Menara Computer Jalan Prof Dr Sardjito 75 Yogyakarta

4 November 2019

IBU saya nyambi jadi driver ojek online. Saya bahagia karena uang jajanku naik jadi Rp 5.000 sehari, tetapi juga sedih karena jarijari tangan ibuku jadi hitam terkena sinar matahari. Pulang sekolah, saya beli dua pasang sarung tangan, warna biru dan ungu kesukaan ibu saya. Pada 7 September lalu, sarung tangan itu saya berikan kepada ibuku, sambil mengucapkan Selamat Ulang Tahun.

Kiriman:
Bagus Wisnuaji, Kelas IX SMPN 1 Temon Kulonprogo 55654

2 November 2019

KAMIS 26 September 2019, siswa kelas 9 MTsN 1 Yogyakarta mengikuti latihan manasik haji. Bapak-bapak guru dan para siswa membawa pakaian ikram. Saat akan memakai pakaian ikram di sekolah, seorang bapak guru terkejut karena ternyata yang dibawa satu kain ikram dan satu handuk putih, bukan dua kain ikram.

Kiriman:
Dra Ayus DW, MTsN 1 Yogyakarta, Mendungan UH VII/566 Yogyakarta 55163

2 November 2019

REKAN saya driver taksi online belum lama ini menjemput penumpang tiga wanita cantik di Stasiun Maos sekitar pukul 02.00. Mereka minta diantar ke tempat orang "˜pintar"™ untuk minta penglarisan. Rekan saya menduga mereka bukan wanita tulen. Di perjalanan, mereka mengakui memang waria.

Kiriman:
Aribowo, Jalan Gunungsari 11B RT 08 RW 12 Sidanegaran, Cilacap 53223

30 Oktober 2019

MBAH saya yang tinggal di Cangkringan Sleman memiliki beberapa pohon nangka yang sedang berbuah dan biasanya dibrongsong menggunakan karung. Karena kehabisan karung, mbah saya membrongsong buah nangka dengan celana kolor miliknya. Suatu hari, brongsongnya hilang dan diganti tulisan: Maaf, celana kolor tak ambil. Maturnuwun.

Kiriman:
Titiek T, Jalan Melati Wetan 5/284 Perum Condongcatur, Depok Sleman

30 Oktober 2019

MBAH saya yang tinggal di Cangkringan Sleman memiliki beberapa pohon nangka yang sedang berbuah dan biasanya dibrongsong menggunakan karung. Karena kehabisan karung, mbah saya membrongsong buah nangka dengan celana kolor miliknya. Suatu hari, brongsongnya hilang dan diganti tulisan: Maaf, celana kolor tak ambil. Maturnuwun.

Kiriman:
Titiek T, Jalan Melati Wetan 5/284 Perum Condongcatur, Depok Sleman

29 Oktober 2019

TETANGGAKU bernama Joko sedang menguap, mendadak rahangnya tidak bisa mengatup lagi. Istrinya minta tolong tetangga untuk menampar mulut suaminya agar rahangnya pulih, tetapi tidak ada yang mau karena takut dan kasihan. Joko segera diboncengkan sepeda motor ke rumah sakit. Di jalan berlubang, mulut Joko terbentur keras di punggung yang memboncengkannya. Rahangnya langsung terkatup dan pulih lagi. (, )

Kiriman:
Supriyono,

29 Oktober 2019

TETANGGAKU bernama Joko sedang menguap, mendadak rahangnya tidak bisa mengatup lagi. Istrinya minta tolong tetangga untuk menampar mulut suaminya agar rahangnya pulih, tetapi tidak ada yang mau karena takut dan kasihan. Joko segera diboncengkan sepeda motor ke rumah sakit. Di jalan berlubang, mulut Joko terbentur keras di punggung yang memboncengkannya. Rahangnya langsung terkatup dan pulih lagi.

Kiriman:
Supriyono,

23 Oktober 2019

SENIN 21 Oktober 2019, teman kami Bu Rohmawati (55 tahun) guru Matematika, bercerita kalau baru saja disalip oleh pengendara sepeda motor yang memakai ban besar. Ketika pengendara motor itu menungging, secara reflek Bu Rohmawati ikut menungging. Sampai dua kali. Setelah tersadar, ia melihat kaca spion. "Untung di belakang saya sepi," katanya.

Kiriman:
Jazamah Fitriyani, MAN 3 Sleman, Jalan Magelang Yogyakarta

23 Oktober 2019

SENIN 21 Oktober 2019, teman kami Bu Rohmawati (55 tahun) guru Matematika, bercerita kalau baru saja disalip oleh pengendara sepeda motor yang memakai ban besar. Ketika pengendara motor itu menungging, secara reflek Bu Rohmawati ikut menungging. Sampai dua kali. Setelah tersadar, ia melihat kaca spion. "Untung di belakang saya sepi,"katanya. (Jazamah Fitriyani, MAN 3 Sleman, Jalan Magelang Yogyakarta)

Kiriman:
Jazamah Fitriyani, MAN 3 Sleman, Jalan Magelang Yogyakarta