01 Januari 1970

IBU mertua saya yang sudah berusia 80 tahun, akhir-akhir ini punya kebiasaan setiap malam mematikan lampu. Ketika saya tanya mengapa kamarnya selalu gelap, jawabannya seperti ini: ”Agar cahaya tidak dihabiskan di dunia. Cahayanya disimpan buat di alam kubur,” Saya hanya maklum, mungkin orang yang sudah usia lanjut memang sering berpikiran seperti itu.

Kiriman:
Eti Suryati, Kledung Karang Dalem RT 002 RW 001 Banyuurip, Purworejo 54171

01 Januari 1970

KAMIS 23 Juli 2020, saya membeli buku di lapak buku bekas. Setelah sampai di rumah, saya membaca buku yang memang sudah lama saya cari. Saat membaca bab 3, saya mendapati selembar uang kertas limapuluh ribuan di buku nonfiksi tersebut. Selain mendapat buku keren, saya juga dapat uang. Lumayan.

Kiriman:
Sutono, Harjosari Kidul RT 16 RW 04 Adiwerna, Kabupaten Tegal 52194

30 Juni 2020

LEBARAN kali ini menghadapi mahalnya harga daging sapi, sehingga orang berlomba mencari pengganti daging sapi. Seorang ibu di Kutoarjo mengganti daging sapi dengan membuat opor terong yang dimasak sedemikian rupa, sehingga disenangi banyak orang.

Kiriman:
Aris Irianti, Aris Irianti SMPN 3 Purworejo, Jalan Mardi Husodo 3 Kutoarjo 54212)

28 Juni 2020

SAAT leyeh-leyeh tiduran, seorang penduduk Wirobrajan Yogya, mendengar suara kresek-kresek dekat almari. Setelah ditengok terlihat ada tikus sedang menyeret bungkus mi instan dengan giginya. Ia tidak merebut mi instan yang dibawa tikus, tapi hanya mengamati arah perjalanan tikus tersebut. Ternyata bungkus mie instan dibawa ke tempat tersembunyi kemudian dikrikiti baru kemudian isinya dimakan

Kiriman:
Sutardjo, Gang Pamularsih No 46, Patangpuluhan, Yogya

27 Juni 2020

DI depan Kantor Pos Besar Yogya, 20 Juni lalu, ada remaja putri dari Austria ditawari abang becak yang mengatakan, "Hallo miss, where are you going? To Kraton, to Tamansari or to batik shop?" Si gadis Austria sambil tersenyum menjawab, "Maturnuwun mas... Aku arep mlaku wae..."

Kiriman:
Arifin Kurniawan, Prodi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

25 Juni 2020

SEORANG ibu di Imogiri Bantul bermaksud membuat kolak, tetapi 'gula' yang ia masukkan ke dalam santan yang sudah panas tak bisa larut. Setelah dilihat kembali, ternyata yang ia cemplungkan ke dalam santan itu terasi batangan. Pasalnya, sang suami menaruh terasi batangan dan gula Jawa di tempat yang sama.

Kiriman:
Siska Yuniati, MTs Negeri Giriloyo Imogiri Bantul 55782

01 Januari 1970

JUMAT 15 November 2019, ada rombongan wisatawan menikmati wahana terapi ikan di sekitar Candi Borobudur. Selesai terapi, ternyata salah satu wisatawan mengeluh karena kakinya mengeluarkan darah. Pengelola wahana terapi ikan dengan sigap mengantarkan wisatawan itu berobat menggunakan ambulans.

Kiriman:
Akur Sumirat, Kedungombo Candirejo, Borobudur Magelang 56553

01 Januari 1970

WARGA Yogya memang kreatif. Bisa membuat tanaman jagung tumbuh subur di tengah jalan umum. Buktinya, ada di Jalan Babaran, Umbulharjo Yogyakarta. Di tengah proyek Saluran Air Hujan (SAH) yang terbengkalai, muncul inisiatif warga untuk menanam jagung di lokasi tersebut. Unik kan! .

Kiriman:
Achmad Charris Zubair, Budayawan Yogyakarta

01 Januari 1970

WILAYAH timur dekat dengan Jalan Malioboro, ada daerah yang dulu penuh dengan sampah. Tetapi, sekarang sudah terlihat bersih dan nyaman dilihat. Apa rahasianya? Di dekat tumpukan sampah ada poster besar, ada tulisannya besar namun unik : Yang buang sampah disini, didoakan masuk neraka. Sejak itu tak ada yang berani buang sampah.

Kiriman:
Kuwat Nuryono, Kadipaten Lor K 26, Rt 33/00079

30 November 2019

TIMNAS Indonesia U-22 vs Thailand berakhir 2-0. Gol tercipta menit ke-4 babak pertama dan menit ke-86 atau kurang 4 menit babak kedua berakhir. Kemudian Timnas Indonesia U-22 vs Singapura skor juga 2-0. Semua gol terjadi pada babak kedua, yaitu menit ke-64 dan ke-74. Baik melawan Thailand maupun Singapura, angka 4 selalu mengiringi keberhasilan Timnas Indonesia U-23. Selamat dan sukses terus Timnas Indonesia

Kiriman:
Drs Krismanto, Perum Puri Citra Indah B4 Condongcatur Depok Sleman 5528

27 November 2019

SAAT pergi haji ayah saya menemukan selembar kain ihram di penginapannya. Diumumkan pada penghuni hotel tidak ada yang mengaku memilikinya. Maka kain tersebut beliau tinggalkan saja di penginapan. Sampai di rumah baru teringat kalau kain tersebut adalah miliknya sendiri yang tertukar dengan handuk hotel yang dikiranya kain ihram. Ia tahu setelah membuka tas di tanah air.

Kiriman:
Ma’ruf Yuniarno, Guru MTs Muh Pepe Bantul Kadirojo, Palbapang Bantul

28 November 2019

SAAT pergi haji ayah saya menemukan selembar kain ihram di penginapannya. Diumumkan pada penghuni hotel tidak ada yang mengaku memilikinya. Maka kain tersebut beliau tinggalkan saja di penginapan. Sampai di rumah baru teringat kalau kain tersebut adalah miliknya sendiri yang tertukar dengan handuk hotel yang dikiranya kain ihram. Ia tahu setelah membuka tas di tanah air.

Kiriman:
Ma’ruf Yuniarno, d/a Guru MTs Muh Pepe Bantul Kadirojo, Palbapang Bantul