418 Mahasiswa Unimus Ikut BAPS Secara Daring

“Barangkali pandemi covid-19 ini sebagai pengalaman pertama dan terakhir bagi kita semua. Saat pandemi atau wabah flu Spanyol tahun 1918-1919 kondisi saat itu penduduk Indonesia (nusantara) sekitar 60 juta dan yang meninggal 6 juta. Yang meninggal saat itu banyak karena kondisi medis belum maju, juga teknologi IT belum maju. Wabah pandemi biasanya terjadi kisaran seratus tahunan bahkan lebih sehingga semua yang mengalami masa wabah Flu Spanyol saat ini sudah pada meninggal semua ”, ujar Prof Dr Masrukhi.

Menurut Rektor, meski masa pandemi, masyarakat Indonesia bertekad tetap produktif. Virus tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak produktif. Sehingga bentuk new normal merupakan salah satu jawaban produktivitas masyarakat yang tetap berkarya namun sangat memerperhatikan protokol kesehatan.“Kita pasti bisa melampaui masa ujian pandemi ini. Suatu saat Corona hilang dan kita kembali hidup secara normal penuh” ujar Rektor.

Sementara itu Kepala LSIK Unimus Dr Rochdi Wasono MSi menyatakan peserta BAPS merupakan calon wisudawan periode ke-32 Unimus yang akan digelar pula secara daring akhir bulan Juni 2020 ini. “BAPS atau pembekalan bagi calon wisudawan merupakan pengkaderan formal dan wajib bagi calon wisudawan. Tujuannya untuk menyiapkan generasi masa depan yang tanggung dan siap menghadapi masa depan yang semakin penuh persaingan ini” ujar Dr Rochdi.

Menurut Kepala LSIK Unimus ini, acara BAPS diisi penyampaikan materi dari Rektor serta para dosen dan pengurus LSIK serta penguatan dan paparan. (sgi)

BERITA REKOMENDASI