46 Desa di Pati Masih Terendam Banjir

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Banjir di wilayah Pati bagian selatan dengan ketinggian rata-rata 10 cm mulai surut, Selasa (16/02/2021). Namun demikian masih ada puluhan desa yang tergenang banjir. Bupati Pati Haryanto mendesak pemerintah pusat segera mentuntaskan normalisasi Sungai Juwana sehingga bisa mengurangi banjir.

Akibat banjir ini setidaknya 46 desa yang berada di 6 Kecamatan dikepung banjir. Namun sejak awal pekan ini, genangan air menurun karena hujan mulai reda.

Warga yang rumahnya kebanjiran, terpaksa mengungsi diantaranya di Desa Kasiyan (Kayen), Doropayung, Bumirejo (Juwana), Banjarsari (Gabus) dan Karangrowo kecamatan Jakenan. Namun korban banjir desa Babalan enggan mengungsi. Karena mereka khawatir barangnya hilang. “Genangan banjir menyebabkan 680 hektar tanaman padi menjadi puso,” ungkap Haryanto.

Untuk meminimalisir kejadian banjir yang terjadi di setiap musim hujan di Pati, tambahnya, pemerintah pusat maupun Pemprov Jateng bisa membantu normalisasi sungai Juwana. “Karena sungai Juwana menampung pembuangan 26 anak sungai. Banjir di Kudus, Grobogan dan daerah lainnya sudah surut, tetapi banjir Pati belum bisa surut” ujar bupati Pati.

Sementara itu Pengurus Pusat Notaris Muslim Indonesia (PP NMI) turun langsung dan setiap hari mengirim berbagai bantuan ke korban banjir di Pati. Koordinator Pengabdian Masyarakat PPNMI, AB Purwanto SH MKn menegas pihaknya akan terus memberikan bantuan, sepanjang masih ada korban banjir yang membutuhkan. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI