Badan Kesbangpol Ajak Pemuda Perkuat Nilai Pancasila

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang, menggelar pendidikan politik bersama anggota KNPI dan PKK Millenial dari beberapa kecamatan, Sabtu (16/07/2022) kemarin. Tema yang diusung tentang “Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan”.

“Acara ini merupakan kerjasama dengan DPRD Kabupaten Magelang. Di sisi lain, juga merupakan perumusan kebijakan teknis dan pemantapan pelaksanaan bidang ideologi Pancasila dan karakter kebangsaan yang merupakan salah satu program kerja Badan Kesbangpol Kabupaten Magelang,” kata Kepala Bidang Kesbangpol, Gunawan Imam, dalam sambutan pembukaan, mewakili Plt Kepala Badan Kesbangpol, Nanda Cahyadi Pribadi.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Setelah kegiatan ini, kami berharap wawasan tentang nilai-nilai Pancasila dan Kebangsaan dari para peserta, akan meningkat,” harapnya.

Disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Magelang Fraksi Gerindra, Suroso Singgih Pratomo SH, Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara Indonesia terbentuk melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah Bangsa Indonesia.

“Pancasila diangkat dari nilai- nilai, adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan, serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia. Pancasila juga lahir dari ideologi keagamaan, politik dan sosial, para pendiri bangsa mampu melihat kedepan. Dan ketika kemajemukan, perbedaan, pluralitas harus dilihat sebagai kekuatan perekat, bukan unsur pemecah belah. Dalam kandungan Pancasila, perbedaan dan pluralitas adalah kekuatan yang menyatukan,” tegasnya.

Ditambahan anggota Komisi 1 dari Fraksi PKB, Hj Hibatun Wafiroh ketahanan Ideologi Pancasila menghadapi ujian dan tantangan di era globalisasi ini. Salah satunya, dengan masuknya ideologi alternatif ke dalam segenap sendi-sendi bangsa melalui media informasi yang dapat dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, terorisme, hedonisme.

Selain itu, nilai universal juga telah masuk melalui sendi-sendi kehidupan berbangsa. “Hal-hal inilah yang menjadi tantangan global terhadap nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila,” imbuhnya.

Selanjutnya, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara dihadapkan pada kenyataan terjadinya perubahan dinamika kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, dengan menurunnya aktivitas perekonomian masyarakat dan ancaman krisis ekonomi global.

“Di sisi lain, nilai-nilai religius juga mulai ditinggalkan dengan memudarnya toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama dan kepercayaan. Saat ini, masyarakat mudah terprovokasi dan terpecah, berita hoax dan fitnah mudah beredar dan dipercaya ditemukan di media sosial. Terkait hal ini, kami minta untuk bersama-sama menumbuhkan kembali nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan solidaritas, kekompakan dan persatuan seluruh komponen bangsa,” pintanya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI