Begini, Manfaat Pelatihan Gawat Darurat Basic Trauma dan Cardiac Life Support

SEMARANG,KRJOGJA.com- Sebanyak 82 mahasiswa dan alumni program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ditambah instruktur mahasiswa dari unsur rumah sakit mengikuti 5 hari pelatihan Basic Trauma dan Cardiac Life Support (BT & CLS) di kampus. Pelatihan BT & CLS kerjasama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat Unimus, Prodi Pendidikan Profesi Ners Unimus dan Ambulan 118 Jakarta.

Dekan Fikkes Unimus Dr Ali Rosidi SKM MSi didampingi Kaprodi Pendidikan Ners Fikkes Ns Heryanto Adi Nugroho SKp Mkep SpKom MCH saat membuka pelatihan, Selasa (10/3/2020) berharap mahasiswa menyelesaikan pelatihan dan lulus dengan kompetensi bidang kegawatdaruratan yang juga menjadi unggulan dari Prodi Pendidikan Ners Fikkes Unimus (unggul kegawatdaruratan berteknologi, berkarakter dan berani bersaing di tingkat Asia). Diharapkan pula tidak hanya sertifikat kompetensi yang diperoleh tetapi juga perubahan pola pikir dalam menangani pasien gawat darurat.

Senada, instruktur pelatihan dari Ambulan 118  Lina Herlina menyatakan pelatihan bisa merubah pola pikir dalam menangani pasien gawat darurat. Pelatihan ini wajib diikuti mahasisa profesi Ners dengan mengikuti pola 3 S (safety atau keamanan) menyangkut keamanan diri sendiri, keamanan lingkungan dan keamanan pasien dalam menjalankan penanganan kegawatdaruratan.

Sementara itu Ketua DPK Komisariat PPNI Unimus Ns Chanif MNS mendukung pelatihan BT CLS sebahgai syarat wajib lulus. Juga sebagai tuntutan perawat harus terampil serta syarat saat seleksi masuk karyawan rumah sakit. Harapannya mahasiswa siap kerja, siap pakai dan terampil saat memasuki dunia kerja. (sgi)

BERITA TERKAIT