Bupati Siap Kawal Vaksinasi Booster

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih meluncurkan program vaksinasi Covid-19 booster bagi masyarakat umum, utamanya usia lanjut dan tenaga kesehatan serta pelayan publik di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Senin (17/01/2022). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantul menyempatkan diri untuk ikut disuntik vaksin dosis ketiga atau booster dengan jenis Vaksin Astrazeneca.

Bupati Bantul menekankan, suntikan vaksinasi ketiga atau booster ini manfaatnya untuk lebih menjaga masyarakat Bantul dari paparan Covid atau untuk meningkatkan imunitas yang lebih meyakinkan. Disamping itu, setelah melakukan perjalanan panjang mengenai penanggulangan Covid-19 utamanya vaksinasi yang telah dilakukan sekian puluh bulan di Kabupaten Bantul ingin mengetahui seberapa besar efektifitas vaksinasi yang dilaksana secara masif sistematik dan strutural, sehingga hasil dari ‘zero surveilans titer antibody kuantitatif’ akan memberikan gambaran yang meyakinkan bagi pemerintah Kabupaten Bantul untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan berikutnya.

“Sampai hari ini belum tahu pasti seberapa ‘herd immunity’ atau kekebalan kelompok di Bantul tercapai, sehingga pelaksanaan vaksinasi hari ini sangat strategis bagi pengembangan layanan kesehatan, utamanya dalam penanggulangan Covid-19,” tegas Bupati Bantul.

Bupati menegaskan pandemi Vovid-19 di Indonisia masih berpotensi bisa menular. Karena itu masyarakat tetap wajib mematuhi protokol kesehatan, utamanya memakai master.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja SKM MKes menambahkan, pelaksanaan vaksinasi di Bantul sampai dengan Sabtu (15/01/2022) setelah dinominator menambah sasaran anak sudah mencapai 86,25 persen untuk dosis 1 dan 74, 19 persen untuk dosis 2. Vaksinasi Nakes dosis ke 3 mencapai 85,08 persen, sedangkan vaksinasi sasaran anak dosis ke 1 mencapai 94, 85 persen.

“Untuk institusi sekolah semua sudah divaksinasi dosis ke 1, tinggal sekitar 5,2 persen yang belum divaksin karena saat dilakukan vaksinasi di sekolahannya mereka sedang sakit atau belum sempat mengikuti vaksinasi anak-anak,” pungkas Agus. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI