Cegah Longsor, Permabudhi Jateng Tanam 500 Trembesi

Editor: Ary B Prass

SEMARANG KRJOGJA.com– Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Jawa Tengah, Sabtu (26/6/2021) menanam 500 pohon trembesi dalam rangka mencegah longsor dan penyediaan paru-paru kota di Kota Semarang.
Aksi penanaman pohon ini didukung Koramil 13 Semarang , Kecamatan dan Polsek Semarang Selatan di beberapa lokasi rawan seperti kawasan perbukitan Bergota Randusari Semarang.
Romo Pekin Siauw Oeiyanto, Ketua Permabudhi Jateng mengatakan ada 500 tanaman trembesi yang harapannya ditanam untuk melindungi Semarang dari ancaman tanah longsor dan menjadi paru-paru bagi Kota Semarang.
“Kita tahu Semarang ini banyak kawasan perbukitan yang menjadi perkampungan. Padatnya bangunan yang tidak diimbangi dengan pepohonan yang akarnya menjadi penguat ikatan tanah berpotensi mendatangkan kerawanan longsor, seperti yang ada di perbukitan Bergota wilayah Randusari ini. Oleh karena itu segera kami lakukan penanaman agar pohon ini kelak bisa melindungi masyarakat dari bahaya longsor,” ungkap Romo Pekin.
Sementara Danramil 13 Semarang Selatan, Mayor Inf Rahmatullah AR SE MM menyambut baik niatan Permabudhi Jawa Tengah yang peduli terhadap lingkungan di tengah Pandemi Covid-19.
“Seharusnya demikian, di tengah semuanya sibuk terfokus pada penanganan Covid, upaya peduli terhadap lingkungan jangan sampai kendor. Kita jangan lengah, kewaspadaan terhadap bahaya lingkungan seperti banjir dan tanah longsor harus tetap menjadi perhatian. Meski kita harus menghindari kerumunan, bukan berarti lantas kita meniadakan kerja bhakti gotong-royong. Keguyuban membenahi lingkungan harus tetap jalan namun diatur dan disesuaikan dengan protokol kesehatan. Jangan sampai takut keluar rumah, lalu saluran-saluran jadi kotor dan potensi bencana alam dibiarkan,” ungkap Rahmatullah.
Kegiatan penanaman pohon selain di wilayah Randusari, juga di Lampersari. Di wilayaah lampersari penanaman difokuskan untuk menggantikan pohon perindang yang telah lapuk dimakan usia dan membahayakan masyarakat pengguna jalan.
Selain penanaman pohon, kegiatan dalam rangkaian peringatan Waisak ini juga membagikan 2.000 ton beras dan 250 ribu masker untuk masyarakat terdampak Pandemi. (Cha)