Curi Baju di Pasar, Ibu Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Restorative Justice

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Seorang perempuan tersangka pencurian 18 potong baju di Pasar Kliwon Kudus, Umayah binti Wasidan (37) warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan Rembang, mendapatkan restorative justice (RJ) atau restoratif keadilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus. Ibu dari anak berkebutuhan khusus yang sempat mendekam lebih dari dua bulan di sel tahanan Mapolres dan Kejari Kudus itu, mendapatkan Surat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2) pada 6 Juni 2022, setelah RJ yang diajukan Kejari Kudus disetujui Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Ardian melalui Kasi Intel Arga Maramba mengatakan, pengajuan RJ terhadap tersangka Umayah sudah melalui berbagai pertimbangan. Di antaranya, tersangka pelaku tidak pernah melakukan tindak pidana sebelumnya atau bukan seorang residivis.

Selain itu aksi pencurian dilakukan karena desakan ekonomi sebagai keluarga tidak mampu, suami tidak bekerja, dan tersangka harus bekerja ekstra untuk merawat anak berkebutuhan khusus. Karena pertimbangan itulah dilakukan proses mediasi dengan korban dan kepala desa tempat tinggal tersangka. Karena korban tidak lagi mempersoalkan perbuatan pelaku dan semua pertimbangan memenuhi syarat, pihak kejaksaan akhirnya mengajukan RJ.

“Sudah ada perdamaian dengan korban, sehingga kami ajukan RJ ke pimpinan. Setelah melalui ekspose bersama Jaksa Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, pengajuan RJ disetujui sehingga kami keluarkan SKP2,” ujar Kasi Intel Kejari Kudus Arga Maramba didampingi Jaksa Penuntut Umum ((JPU) Kharis Rohman dalam jumpa pers, Senin (13/06/2022).

Tersangka Umayah ditangkap 27 Maret 2022 di lokasi tempat kejadi perkara (TKP) Blok A Pasar Kliwon Kudus, sekitar pukul 11.30. Pelaku melakukan pencurian 18 potong baju di Toko Istimewa senilai lebih Rp 2 juta di pasar grosir terbesar di kawasan pantura timur tersebut.

Saat itu tersangka bermaksud membeli baju wanita gamis, namun pakaian tidak dimasukkan ke sak atau pembungkus milik toko yang sudah disediakan. Namun tersangka memasukkan ke kantong yang telah dibawanya sendiri.

Gerak- gerik tersangka yang sudah dicurigai akan berbuat tidak baik, dipergoki salah seorang karyawan toko. Begitu diketahui pergi tanpa membayar di kasir, tersangka kemudian dikejar.

“Tersangka tak berkutik, karena aksinya terekam CCTV. Pelaku kemudian diserahkan ke Polres Kudus,” ungkapnya.

Selama proses pemeriksaan dan penyidikan, pelaku ditahan mulai 28 Maret 2022 hingga 16 Mei 2022. Selanjutnya tersangka diserahkan ke Kejari Kudus.

Karena berbagai pertimbangan, akhirnya dilakukan proses mediasi antara tersangka dengan korban, didampingi Kades Bangunrejo Kecamatan Pamotan Rembang. Sambil menunggu proses pengajuan RJ, tersangka menjalani penahanan oleh Kejari Kudus mulai 17 Mei hingga dikeluarkannya SKP2 pada 6 Juni 2022.

Dengan adanya RJ, tersangka yang memiliki dua anak- salah satunya berkebutuhan khusus berusia 9 tahun , terhindar dari ancaman pidana 2 tahun penjara atas pelanggaran tindak pidana pasal 362 KUHP

Dijelaskan, RJ adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku atau korban dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

Dalam prinsip restorative justice atau RJ adalah tata cara dan peradilan pidana yang berfokus pada pemidanaan diubah menjadi proses dialog dan mediasi. Hal ini untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi para pihak korban dan pelaku.

“Dengan adanya RJ, diharapkan kesadaran masyarakat terkait dengan hukum kembali bangkit, sekaligus menghapus adanya stigma hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” katanya.

Arga menambahkan, selama ini Kejari Kudus telah mengeluarkan masing- masing satu RJ pada 2021 dan 2022. Sedang 2020, Kejari Kudus mengajukan satu RJ namun tidak disetujui oleh Kejagung karena dinilai tidak memenuhi syarat. “Kasus RJ yang diberikan kepada tersangka Umayah, merupakan yang pertama tahun 2022,” tandasnya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI