Demo Ricuh, Pariwisata Makin Terjepit

YOGYA, KRJOGJA.com – Masih adanya pelanggaran SOP Covid-19 ditambah kondisi politik yang memanas dan demo yang berujung ricuh membuat proses recovery pariwisata ditengah pandemi Covid-19 dirasa semakin sulit. Butuh ketegasan pemerintah dalam menjaga kondusivitas, keamanan negara. Juga ketegasan penegakan hukum protokol kesehatan agar keseimbangan kesehatan dan ekonomi terwujud.

“Karena tourism sangat sensitif dengan hal-hal masalah keamanan dan kenyamanan, demo yang ricuh sangat mengganggu proses recovery pariwisata,” tutur Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie kepada KRjogja.con, Kamis (8/10)

Ditegaskan dalam recovery pariwisata Pemda perlu tegas dalam menjalankan Pergub 48/2020 yang menjadi panduan pelayanan publik dan perekonomian di masa pandemi Covid-19. Monitor dan evaluasi (Monev) perlu diikuti penegakan hukum (Gakum) sehingga terbentuk masyarakat dan industri yang well knowledge & implementative akan SOP dan protokol kesehatan.

“Sosialisasi Pergub & SOP Covid-19 secara masif, konsisten, kontinyu perlu terus dilakukan membentuk masyarakat dan industri yang memiliki awareness dan bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam proses transformasi ke tatanan baru ini,” jelasnya

Sementara Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, Hantoro menyebutkan kondisi saat ini angkutan darat makin terpuruk, dan masih melaksanakan wisatawan lokal “Agustus sempat ada kenaikan sedikit tapi tanggap darurat diperpanjang jadi drop lagi ditambah bulan ini PSBB DKI. Apalagi demo yang ricuh membuat orang takut bepergian keluar rumah,” ujarnya

Hantoro menyebutkan saat ini angkutan darat yang beroperasi masih di kisaran 10 persen. “Padahal di DIY total armada saat ini ada 1025 taksi, 819 Pariwisata, 185 AKAP, 156 AKDP, dan 160-an Perkotaan,” jelasnya.

Hantoro berharap bantuan pemerintah dalam kampanye menggunakan angkutan umum untuk mendongkrak operasional. “Kami juga sudah siap prosedur kesehatan seperti keterangan sehat crew, disinfektan, hand sanitaizer, thermo gun, dan lainnya,” ujar Hantoro. (R-4)

BERITA REKOMENDASI