Di Hadapan Cabup, Petani Keluhkan Harga Pupuk

PURWOREJO (KRJOGJa.com) – Para petani di daerah lumbung padi Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo mengeluh akibat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Harganya menjadi mahal, sehingga petani terancam tidak untung dari hasil panennya.

“Keuntungan petani sangat tipis, bahkan bisa tidak untung jika diganggu hama,” kata Ny Asih (49) petani warga Desa Kuwukan Ngombol, Minggu (8/11)saat bertemu Calon Bupati (Cabup) Purworejo Agustinus Susanto saat menyambangi para petani di areal persawahan wilayah itu.

Disamping harganya mahal lanjut Ny Asih, terkadang barangnya juga langka sehingga petani menjadi kesulitan mendapatkan pupuk. Padahal jika tanaman sudah waktunya dipupuk, mau tidak mau harus dipupuk.

Menanggapi hal itu Agustinus Susanto yang berpasangan dengan Calon Wakilnya Kelik Rahmad Kabuli Jarwinto (ASLI) dan diusung PDI P, Partai Gerinda, dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku prihatin, tapi untuk saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak. “Akar persoalannya harus dicari, dan itu tidak sulit. Nanti pada saatnya akan saya bongkar,” tegasnya.

Menurut Agustinus Susanto, dalam kondisi apapun Purworejo yang merupakan daerah agraris ini, petaninya harus sejahtera. “Masalah pupuk sebenarnya bukan perkara sulit, karena sumbernya mudah dilacak, dan itu merupakan barang bersubsidi untuk kepentingan rakyat kecil, petani,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Agustinus Susanto juga menyambangi sejumlah warga miskin dan warga yang menderita sakit dan hanya dirawat di rumah karena kondisi ekonomi. Disamping itu warga yang rumahnya roboh dan tidak mampu membangun kembali. “Nanti pada saatnya harus kita bantu,” katanya berjanji. (Nar)

CATATAN:

BERITA REKOMENDASI