Diluncurkan,Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Aplikasi Program Merdeka Belajar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan luncurkan buku Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Aplikasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Jumat (9/10/2020).

Buku yang terdiri atas 7 bagian tersebut merupakan rangkungan hasil evaluasi penerapan kurikulum di perguruan tinggi selama dilakukan bimbingan teknis dan kegiatan evaluasi.

” Saat ini kurikulum tidak lagi bisa deskriptif yang mengharuskan mahasiswa bertemu dengan dosen yang sama baik di ruang kelas, perpustakaan maupun laboratorium yang sama” Demikian Dirjen Dikti Kemendikbud Prof Nizam dalam sambutannya via daring,Jumat 9/10 2020.

Kurikulum tidak lagi bisa deskriptif yang mengharuskan mahasiswa bertemu dengan dosen yang sama baik di ruang kelas, perpustakaan maupun laboratorium yang sama. Sebab esensi merdeka belajar pada perguruan tinggi adalah menyiapkan mahasiswa merdeka, mandiri, berdikari dan mampu merancang masa depan sendiri.

“Pengalaman pembelajaran yang sama pada setiap mahasiswa punya passion yang berbeda-beda punya cita-cita yang berbeda-beda dan yang jelas punya garis tangan yang berbeda-beda. Kalau kita tanya di kelas kita tidak satupun yang mempunyai pengalaman yang sama, tidak mempunyai cita-cita yang sama dan mempunyai rencana hidup yang sama pasti berbeda satu dengan yang lain,” kata Nizam.

BERITA REKOMENDASI