Dirjen Dikti Apresiasi GeNose C19 Hasil Karya Anak Bangsa

“Selama masa pandemi ini perguruan tinggi kita sangat sigap di dalam menanggapi tantangan selama masa pandemi. Banyak sekali karya yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dan tidak hanya sekadar karya yang berakhir pada aplikasi tapi karya yang menghilir pada produksi,”ujar Nizam.

Dirjen Dikti pun mengimbau dan mendorong perguruan tinggi untuk memfokuskan riset pada bidang-bidang yang terkait dengan pandemi baik melalui riset sosial, ekonomi dan tentu saja di bidang kesehatan dan teknologi engineering.

Salah satu upaya dalam mempercepat penanganan kasus Covid-19 dengan memberikan dorongan dan harapan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. GeNose C19 dapat mempercepat tracing dan tracking dengan mendeteksi keberadaan virus melalui hembusan nafas di orofaring atau tenggorokan melalui metabolisme VOC (Volatile Organic Compounds) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid – 19 yang keluar bersama dengan hembusan nafas kedalam kantong khusus. Hanya dalam hitungan cepat, sesaat seseorang setelah bernafas dengan sensitifitas 90%, spesifitas 96%, akurasi 93% dengan PPV 88% dan NPV 95%.

Alat pendeteksi virus GeNose C19 ini dapat segera di rilis pada bulan Februari sebanyak 3000 unit dengan dibandrol harga 62 juta per unit. Alat ini diharapkan dapat membantu penanganan kasus Covid-19 yang ada di Indonesia sehingga dapat segera tersebar ke seluruh Puskemas di Indonesia. (Ati)

BERITA REKOMENDASI