Dorong Pemulihan Ekonomi, Tingkatkan Kontribusi Keuangan Syariah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Peran sektor jasa keuangan menjadi sangat krusial sebagai katalis penggerak dalam memulihkan perekonomian termasuk kontribusi dari sektor ekonomi dan keuangan Syariah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sektor jasa keuangan Syariah tetap mampu tumbuh cukup tinggi sebesar 21,58 persen (yoy), bahkan pembiayaan bank umum Syariah tumbuh 9,5 (yoy) persen di tengah kontraksi kredit perbankan nasional -2,41 persen selama pandemi Covid-19 tahun 2020.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wimboh Santoso mengatakan perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia juga turut diapresiasi dunia internasional. Indonesia telah diakui sebagai salah satu negara dengan progres terbaik dalam hal ekonomi dan keuangan Syariah sepanjang 2020 lalu. Sebagai negara dengan 87 persen atau setara 230 juta penduduk muslim, Indonesia memiliki potensi pengembangan ekonomi dan industri keuangan Syariah yang sangat besar.

“Pertumbuhan ekonomi Syariah yang tinggi tercatat sebesar 5,72 persen pada 2019 lalu sehingga lebih tinggi dibanding pertumbuhan PDB nasional. Semakin meningkatnya industri halal Indonesia dengan nilai perdagangan antara lain makanan, kosmetik dan obat-obatan, travel, fashion mencapai USD 3 miliar pada 2020 lalu dan terus dalam tren meningkat,” tutur Wimboh dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional MES V secara virtual di Jakarta, Sabtu (23/1).

Wimboh menegaskan tantangan yang harus segera diatasi yakni market share relatif masih 9,90 persen dari total aset nasional dan masih rendahnya literasi keuangan Syariah 8,93 persen, Sementara itu, Indeks Inklusi Keuangan Syariah yang sebesar 9,1 persen juga masih jauh tertinggal dibandingkan indeks nasional sebesar 76,19 persen. Selain itu, diferensiasi model bisnis/produk Syariah juga masih terbatas sehingga diperlukan inovasi dan kreativitas pelaku industri jasa keuangan Syariah.

“Peningkatan adopsi teknologi dan perlunya SDM dengan ekspertis di bidang ekonomi dan keuangan Syariah untuk mengikuti berbagai dinamika dan perubahan kondisi perekonomian maupun teknologi saat ini,” ujarnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI