Dugaan Bullying Siswa SD Sleman Ramai di Medsos, Pihak RS Tidak Membantah

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebuah percakapan tersebar viral di media sosial, Jumat (21/2/2020). Seorang ibu menceritakan pada ibu yang lain bahwa ada seorang anak menjadi korban bully oleh kakak kelas hingga harus menjalani operasi di rumah sakit.

Akun @Mummy_Nduty memposting capture percakapan antara ibu-ibu yang menceritakan pengalaman tak menyenangkan salah satu anak. Anak yang beralamat di Jalan Afandi Gejayan Mrican tersebut diketahui mendapatkan perilaku tak menyenangkan dipukuli kakak kelasnya dan harus masuk rumah sakit karena ada luka berat di usus.

Anak tersebut disebut harus dirujuk dari RS Sadewa ke RS Bethesda dan menjalani operasi. Hal tersebut disampaikan dalam capture percakapan yang kemudian mendapat respon lebih dari 1800 retweet dan beragam komentar dari warganet.

Akun @Mummy_Nduty juga menyampaikan bawasanya sampai saat ini biaya rumah sakit yang harus ditanggung orangtua sudah mencapai Rp 35 juta. Pun pihak sekolah yang kemudian diketahui melalui reply dan komen akun tersebut masih terkesan menanggapi biasa saja kejadian tersebut.

Pihak RS Bethesda yang ditemui Jumat (21/2/2020) membenarkan adanya pasien anak usia 9 tahun yang masuk pada 13 Februari lalu dengan keluhan sakit di bagian perut. Dokter spesialis anak dan bedah anak yang menangani langsung memutuskan untuk melakukan operasi pada malam hari setelah pasien tersebut masuk.

Pasien ini cocok dengan cerita yang ada di Facebook (media sosial). Tapi isi ceritanya cocok atau tidak perlu kita klarifikasi lebih dalam lagi. Kalau melihat urutan rujukannya pertama dari RS Sadewa kemudian ke Bethesda. Terkait rujukan itu ada satu pasien anak usia 9 tahun, masuk lewat IGD kemudian dirawat inap sebelumnya dioperasi. Sampai saat ini masih opname di ruang anak,” ungkap Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda, Adhiyatno Priambodo.

Pasien tersebut diketahui berinisial SAGH (9), warga Mrican Caturtunggal Depok Sleman. Pihak rumah sakit sendiri tak bisa menjelaskan lebih detail terkait diagnosa atau penyebab permasalahan di perut yang dialami pasien SAGH tersebut.

Pihak keluarga pasien yang diketahui menunggui pun menurut pihak rumah sakit belum bersedia memberikan keterangan pada wartawan. “Yang jelas pasien menjalani operasi di bagian perut, oleh dokter spesialis bedah anak. Ada dua dokter yang menangani yakni bedah anak dan spesialis anak. Ditangani dr Yulius Candra, spesialis bedah operasinya,” tandas dia. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI