Ekonomi Lesu, Pertumbuhan Asuransi Indonesia Melambat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Berdasar kajian Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA), dampak pertumbuhan ekonomi yang rendah ini langsung dirasakan industri asuransi di Indonesia.

Asuransi jiwa hanya mencatat pertumbuhan pendapatan premi sebesar 4,07 persen sedang premi bruto industri asuransi umum tumbuh 15 persen.

“Kajian itu dilakukan berdasar data 69 perusahaan dari 72 asuransi umum, di luar data lima perusahaan asuransi umum syariah full fledged, sedang tiga perusahaan belum mempublikasikan neraca keuangannya,” kata pimpinan Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA)
Mucharor Djalil, pada acara penyelenggaraan Market Leaders Award secara virtual di Jakarta, Jumat (28/8).

Untuk asuransi jiwa, kajian dilakukan atas data 50 perusahaan asuransi jiwa, di luar lima perusahaan asuransi jiwa syariah full fledged, dan empat perusahaan asuransi jiwa yang belum mempublikasikan neraca keuangannya sampai artikel ini naik cetak.
Hasil kajian LRMA menunjukkan bahwa Premi Bruto industri asuransi umum di tahun 2019 tumbuh 15 persen persen year on year (yoy), dari Rp 56,18 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 64,62 triliun pada 2019.

BERITA REKOMENDASI