Filosofi Rias Pengantin Yogya Bernilai Luhur

Editor: Agus Sigit

PERIAS pengantin Gaya Yogyakarta kini punya acuan baku dalam menjalankan profesinya setelah diterbitkannya buku 7 Tata Rias Pengantin (TRP) Gaya Yogyakarta Beserta Filosofinya oleh Dinas Kebudayaan DIY kerjasama dengan DPD Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) ‘Melati’ DIY.
“Bukan sekedar make up artist (mua), perias pengantin Gaya Yogyakarta juga harus tahu filosofi budaya luhur yang terkandung di dalamnya. Dengan simbol-simbol yang ada menunjukkan piwulang (pelajaran), makna yang bagus untuk kehidupan suami istri.,” ucap Ketua DPD (Harpi) ‘Melati’ DIY Hj Listiani Sintawati SH kepada.KRJOGJA.com, Sabtu (13/11)
Disebutkan Bedah Buku dan Launching buku 7 Tata Rias Pengantin (TRP) Gaya Yogyakarta Beserta Filosofinya telah dilaksanakan Rabu (10/11) di Grha Sarina Vidi, Jalan Magelang Yogya.dengan dihadiri jajaran pengurus DPD dan DPC Harpi Melati wilayah DIY
Listiani sebagai penulis buku bersama Dra Bernadetta Sri Hanjati MSn, Hj Dwi Irit Tyas Titi Ningsih, Irna Umaina Wardani SPd MA, Faizal Nur Singgih STP dengan Editor Dr Sri Ratna Sakti Mulia
Sebelumnya dalam bedah buku dan launching Kabid Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY  Dra Yuliana Eni Lestari Rahayu menyebutkan kerjasama dengan Harpi Melati DIY dalam penyusunan buku sudah diawali sejak 2020 dengan tutorial 7 Tata Rias Pengantin (TRP).
“Meliputi TRP Jogja Paes Ageng, TRP Jogja Putri, TRP Jogja Paes Ageng Jangan Menir, TRP Jogja Paes Ageng Kanigaran, TRP Kasatriyan Ageng Selikuran, TRP Kasatriyan Ageng, dan TRP Jogja Berkerudung Tanpa Paes,” jelasnya
Dilanjutkan 2021 workshop beberapa TRP serta lomba  TRP Gaya Yogya di bulan Maret 2021. “Setelah dilombakan  Harpi Melati berusaha buat  paugeran dalam wujud fisik berupa buku “7 TRP Gaya Yogyakarta Beserta Filosofinya” yang kita luncurkan saat ini,” jelas Eni
Buku ini tidak menyinggung TRP  Kraton atau Pakualaman, tetapi TRP yang biasa dipakai masyarakat umum sebagai panduan. “Semoga bisa migunani bagi perias, khususnya perias muda, pranoto, juga mereka yang bergelut di jasa pernikahan sebagai buku panduan atau buku saku terkait tradisi Yogya,” ujarnya. (Vin)

BERITA REKOMENDASI