FKY MULANIRA2 Digelar ‘Senyap’

YOGYA, KRJOGJA.com – Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2020 bertajuk MULANIRA2 sudah berjalan dua hari hingga Rabu (23/9/2020). Festival yang mengangkat beragam kebudayaan yang ada di Yogyakarta ini digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan senyap.

FKY 2020 mengambil judul Akar Hening di Tengah Bising. FKY berubah, mengikuti situasi pageblug yang memang membuat hampir semua lini kehidupan berputar ke berbagai penjuru arah mencari keseimbangan.

Direktur Utama FKY 2020 Paksi Raras Alit menegaskan judul “Akar Hening di Tengah Bising” dimaknai sebagai pengingat, bahwa se-riuh apapun kondisi yang harus kita jalani seperti situasi pandemi seperti sekarang, kita tetap memiliki ruang dalam mengupayakan produksi pengetahuan, memperlebar celah-celah ruang yang menghidupi kekuatan bertahan warga dan mempertajam daya baca kita. FKY menurut Paksi ingin mengisi ruang budaya itu bagi masyarakat dan penikmat seni budaya.

“Meskipun FKY kali ini seperti senyap, tanpa panggung, tanpa keriuhan, kita tetap bergerak seperti akar hening. Dalam diam FKY tetap ingin memberikan nafas kebudayaan bagi masyarakat dan penikmat seni serta budaya. Yang paling memungkinkan untuk kondisi saat ini adalah pemanfaatan teknologi, berpindahnya venue penyelenggaraan secara virtual harus tetap menghidupkan roh kesenian dan kebudayaan yang bisa dinikmati dari rumah,” ungkapnya.

Selama enam hari hingga 26 September, FKY berupaya menyajikan berbagai program dalam kesenyapan. Pameran seni rupa diadakan di Museum Sonobudoyo, program Radio FKY, FKY TV, Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bakti Budaya, Konferensi Pertunjukan dan Teater Indonesia (23 September), Pertunjukan Keroncong Sinten Remen feat Endah Laras (24 September) dan Kompetisi Seni Mulanira2 (hingga 26 September).

Seluruh kegiatan ditampilkan secara daring melalui www.fkymulanira.com termasuk masyarakat yang ingin hadir di pameran terbatas di Sonobudoyo. (Fxh)

FKY

BERITA REKOMENDASI