Gerakan Seniman Masuk Sekolah 

Keseimbangan tersebut merupakan hak anak sebagai peserta didik yang memiliki beragam kecerdasan, minat, bakat, sehingga mampu mengembangkan kecerdasannya secara komprehensif dan utuh (holistik). Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

GSMS diharapkan mampu menginspirasi, memenuhi pendidikan anak seutuhnya, untuk membangun iklim sekolah yang menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan, dan menguatkan. Kegiatan GSMS diharapkan juga dapat menciptakan warga sekolah yang dapat mengapresiasi seni budaya yang ada di masyarakat.

GSMS diselenggarakan melalui Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota yang berkomitmen melaksanakan kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang tetapkan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan berdasarkan mekanisme sharing dana APBN dan APBD.

Kegiatan GSMS tahun ini bekerjasama dengan 16 Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota yang akan melibatkan 210 orang seniman dari masing-masing daerah yang akan mengajar 4.200 peserta didik di 210 sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK swasta dan negeri.

Program GSMS dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan: 1). Persiapan dan penyelenggaraan workshop; 2). Pembelajaran; 3). Tahap Presentasi Hasil Belajar. Penyelenggaraan workshop untuk seniman dilakukan secara TOT (Training of Trainee) oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan selama bulan September. TOT ini diharapkan dapat menghasilkan seniman yang siap mengajarkan seni budaya kepada para siswa. Materi pembelajaran yang diberikan seniman kepada siswa didik berupa materi yang telah disepakati oleh Dinas, sekolah, dan seniman berupa seni pertunjukan (tari, musik/seni suara, teater), seni rupa, seni media, atau sastra.

Metode pembelajaran GSMS oleh seniman kepada siswa dilakukan secara daring maupun luring (tatap muka). Pembelajaran didampingi oleh asisten seniman yang berasal dari sekolah, dengan pengawasan dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota.

Pada akhir proses pembelajaran,  Dinas pendidikan Provinsi/Kab/Kota dapat menyelenggarakan pertunjukan/pameran hasil pembelajaran para siswa dengan seniman dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pengendalian COVID-19 dan membuat  dokumentasi berupa video.

Program GSMS ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan peserta didik/siswi tentang seni budaya serta memberikan motivasi untuk berprestasi di bidang seni. Selain itu dengan belajar seni diharapkan dapat memperkuat karakter siswa. Seni merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan karakter bangsa.

Pada masa pandemic COVID-19, pelaksanaan GSMS dilaksanakan dengan cara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mekanisme pembelajaran GSMS dilakukan secara daring oleh seniman dengan dapat didampingi oleh asisten seniman berasal dari sekolah, dengan pengawasan dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota, dan dapat dilakukan secara luring (tatap muka) secara langsung dengan pelaksanaan tetap mengacu pada protokol kesehatan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) dalam format PDF ini ditandatangai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada tanggal 24 Maret 2020 serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri (Mendikbud, Menag, Menkes, Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

GSMS ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan peserta didik/siswi tentang seni budaya serta memberikan motivasi untuk berprestasi di bidang seni. Selain itu dengan belajar seni diharapkan dapat memperkuat karakter siswa. Seni merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan karakter bangsa. (Ati)

BERITA REKOMENDASI