Haji Dibatalkan, Karanganyar Hati-hati Sampaikan ke Jemaah

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Keberangkatan haji tahun ini resmi dibatalkan secara nasional. Kemenang Karanganyar meminta 881 jemaah calon haji (JCH) di wilayahnya memahami kondisi akibat pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Karanganyar, Wiharso mengatakan informasi pembatalan keberangkatan haji tersebut diterimanya pada Selasa (2/6) pagi. Pembatalan ibadah ke Tanah Suci itu didasari Keputusan Menteri Agama RI No 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M. “Tahun ini tidak ada pemberangkatan haji. Indonesia tidak jadi memberangkatkan Calhaj,” kata Wiharso kepada KR di ruang kerjanya, Selasa (2/6).

Terkait yang sudah dipersiapkan Kemenang bagi para JCH, langsung dihentikan. Paspor dan visa haji yang sudah dicetak, batal didistribusikan ke jemaah. Dokumen itu ditarik kembali ke kantor Kemenag wilayah provinsi. Pemesanan asrama haji secara otomatis dibatalkan. Termasuk membatalkan tim daerah pendamping jemaah. Kemenag juga menyilakan jemaah menarik tunai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang terlanjur disetorkan. Dikatakan Wiharso, BPIH pada tahun ini ditetapkan sekitar Rp 35 juta per jemaah.

“Mekanisme penarikan biaya naik haji seperti prosedur jika ada jemaah yang batal berangkat karena faktor meninggal dunia. Jika ditarik dananya, berarti ia membatalkan naik haji. Jika ingin mendaftar, mengulang prosedurnya dengan waktu tunggu. Namun jika dananya tidak ditarik, maka secara otomatis diikutkan jadwal pemberangkatan di tahun berikutnya,” lanjutnya.

Sedianya, JCH Kabupaten Karanganyar berangkat ke Tanah Suci di gelombang dua pada pertengahan Juli 2020. Sebanyak 881 jemaah tersebut dijatah kelompok terbang (kloter) 46, 47 dan 48. Para jemaah juga telah menuntaskan manasik haji secara mandiri maupun kelompok serta menjalani imunisasi meningitis.

BERITA REKOMENDASI