Harga Telur Ayam DIY Masih Tertekan 

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Fluktuasi harga masih dialami beberapa komoditi bahan pokok pangan seperti telur ayam broiler, cabai, bawang merah dan gula pasir di sejumlah pasar rakyat di DIY pada pekan kedua Oktober 2021. Sementara dari sisi permintaan dilaporkan mengalami kenaikan khususnya yang berasal dari kebutuhan hotel, restoran dan katering (horeka) dan dari sisi ketersediaan maupun kelaNcaran stok bapok pangan di DIY aman dan lancar hingga saat ini.

“Harga telur ayam ras masih pada posisi tertekan sebesar Rp 19.300/kg dan masih di bawah harga acuan pemerintah yang ditetapkan Rp 24.000/Kg. Kondisi ini dikarenakan pasokan ketersediaan telur ayam ras ini masih posisi over supply atau kelebihan produksi,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Apriyanto di Yogyakarta, Kamis (14/10/2021).

Yanto menyampaikan harga komoditi cabai pun masih terus mengalami fluktuasi baik kenaikan maupun penurunan. Tekanan harga komoditas cabai terjadi pada cabai merah keriting dari Rp 27.000 menjadi Rp 26.300/Kg. Sebaliknya kenaikan harga dialami cabai rawit merah dari Ro 21.700 menjadi Rp 24.700/Kg dan cabai rawit hijau dari Rp 24.300 menjadi Rp 25.300/Kg. Selanjutnya harga cabai merah besar stabil di angka Rp 31.000/Kg di pasaran saat ini.

“Fluktuasi harga yang dialami komoditi cabai ini dipicu masih memasuki kondisi musim tanam. Sehingga produksinya cukup berkurang karena memang belum memasuki musim petik. Harga bawang merah hanya naik tipis dari Rp 22.300 menjadi Rp 22.700/Kg yang juga masih di bawah HET yang ditetapkan sebesar Rp 32 ribu/Kg. Harga gula pasir juga mengalami kenaikan tipis daro Rp 12.300 menjadi 12.500 yang sama dengan harga acuan.” terangnya.

Selain itu, Yanto menyatakan kondisi perkembangan harga bapok lainnya di DIY secara umum stabil antara lain beras, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, daging ayam dan bawang putih alias tidak mengalami kenaikan harga. Sementara dari sisi permintaan, mulai menampakkan kenaikan terutama pada Horeka di DIY seiring adanya uji coba pembukaan tempat wisata terbatas selama PPKM Level 3 ini.

“Dari ketersediaan bapok pangan di DIY pun surplus antara lain beras sebanyak 26.493 ton, jagung 2.493 ton, bawang merah 1.071 ton, bawang putih 244 ton, cabai merah keriting 548 ton dan cabai rawit merah 332 ton. Disusul daging sapi 494 ton, daging ayam ras 1.028 ton, telur ayam ras 739 ton, gula pasir 4276 ton dan minyak goreng 17.608 liter,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI