Imbas Pandemi, Penjualan Hewan Kurban di Boyolali Lesu

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Bambang Purwadi, Kamis (25/6/202) mengatakan mendekati Hari Raya Idul Adha penjualan hewan kurban masih lesu. Hasil pantauan di sejumlah pasar hewan, belum ada peningkatan permintaan ternak kurban, utamanya sapi.

Menurut Bambang, Pandemi Covid-19 berimbas terhadap perdagangan ternak sapi. “Kalau saat ini memang belum kelihatan bergairah,” katanya.

Namun, pihaknya optimis perdagangan hewan kurban di Boyolali, diperkirakan mulai bergairah sekitar setengah bulan menjelang Hari Raya Idul Adha. Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan pengawasan arus perdagangan hewan ternak.

Pedagang setiap mengirimkan hewan ternak ke luar daerah seperti sapi harus selalu dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Hal ini untuk menjamin kondisi ternak yang dijual bebas dari penyakit.

“Setiap pedagang jika mengirimkan ternak sapi keluar Boyolali selalu menyertakan SKKH. Sehingga pembeli tidak akan was- was membeli ternak tersebut.”

Pihaknya menghimbau dalam memilih hewan korban selalu memperhatikan syarat sah nya hewan untuk korban, tidak mengalami cacat secara fisik, baik cacat mata, cacat kaki dan usia minimal 2 tahun.

“Boyolali saat ini, tidak ada kasus seperti penyakit antraks dan lain sebagainya. Program vaksin untuk ternak sapi selalu dilakukan setiap tahun terutama di daerah yang pernah mempunyai sejarah penyakit antraks,” katanya.

BERITA REKOMENDASI