Jepang Darurat Covid-19, KBRI Imbau WNI Patuhi Aturan

TOKYO, KRJOGJA.com – Terus meningkatnya kasus Covid-19 membuat Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga akhirnya, Kamis (7/1) malam memberlakukan kembali state of emergency atau keadaan darurat. Meski demikian, keadaan darurat berlaku hanya di sebagian wilayah Jepang, yaitu Tokyo, Kanagawa, Saitama dan Chiba dan berlaku mulai 8 Januari hingga 7 Februari 2021.

Pascapengumuman keadaan darurat, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam video pesan singkat melalui akun media sosial KBRI Tokyo meminta agar Warga Negara Indonesia (WNI) dapat mematuhi aturan Pemerintah Jepang dalam hal protokol kesehatan. Selain juga mematuhi kebijakan terkait lainnya, seperti aturan keluar-masuk Jepang.

Dalam siaran pers KBRI Jepang yang diterima Redaksi KR, Jumat (8/1) pagi disebutkan, berdasarkan data KBRI Tokyo, jumlah WNI di kawasan pemberlakuan keadaan darurat mencapai sekitar 15 ribu orang. Berdasar rincian di Tokyo (5.450 orang); Chiba (2.697 orang); Saitama (3.433 orang); dan Kanagawa (4.044 orang), “Adapun total WNI di Jepang hingga akhir 2020 sejumlah 66.084 jiwa,” sebut Meinarti.

BERITA REKOMENDASI