Jurang Kemiskinan DIY Makin Dalam, Pemda Diminta Libatkan Desa

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka rasio gini DIY per September 2020 sebesar 0,437 persen naik 0,003 persen dibandingkan Maret 2020. Demikian pula dengan kemiskinan juga mengalami kenaikan sebesar 12,8 persen yang melebihi tahun 2017 lalu.

Hal tersebut mengundang perhatian berbagai pihak karena dinilai ironis. Apalagi, DIY memiliki dana keistimewaan yang tahun ini mencapai angka Rp 1,32 trilyun.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan peningkatan angka kemiskinan DIY saat pandemi harus disikapi dengan serius serta menggulirkan program yang inovatif bahkan extraordinary. Kemiskinan di DIY menurut Huda sebelum pandemi sebenarnya sudah tinggi diatas rata rata nasional, dan RPJMD terkait pengentasan kemiskinan termasuk yang belum tercapai secara tahunan.

“Target RPJMD tahun 2022 semestinya sebesar 7 persen dan pencapaian tahun ini sebesar sekitar 8 persen. Dengan adanya pandemi angka angka tersebut kembali ke posisi semula awal tahun 2017, bahkan lebih buruk, yaitu sebesar 12,8 persen. Ditambah lagi angka Gini Rasio di DIY tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 0,437 yang tidak membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Dua masalah ini menjadi problem DIY sejak sebelum pandemi, dan semakin parah dengan adanya pandemi,” ungkap Huda.

Di sisi lain, DIY beruntung memiliki budaya luhur dan kegotongroyongan yang tinggi sehingga penderitaan masyarakat teratasi dengan nilai nilai internal tersebut. Tapi bagaimanapun juga hal tersebut tak boleh membuat pengentasan kemiskinan bergeser dari prioritas yang semakin urgen saat ini.

BERITA REKOMENDASI