Kartini Tunjukkan Keteladanan Berliterasi

Sementara itu, Sekretaris Utama LAN Reni Suzana menjelaskan Kartini pada masa kini dituntut mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki intelektualitas, dan kepekaan tinggi. Menurutnya, tantangan Kartini pada abad 21 tidak mudah karena harus berperan sebagai ibu dan pekerja.

 

“Saya salut dengan Kartini abad 21, tantangannya begitu hebat, perubahan cepat tetapi selalu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan,” ungkapnya.

 

Ditegaskan, pada masa kini di dunia kerja, saat berhadapan dengan masalah dan harus membuat keputusan, isu gender sudah tidak berlaku lagi. Para perempuan sudah diberikan banyak kesempatan dan akses untuk menyampaikan pendapat. Karenanya, yang paling penting adalah keberanian dalam menyampaikan pandangan dan argumentasi.

 

“Ini yang menjadi seseorang itu kemudian dipertimbangkan. Tantangan kita adalah bagaimana kita bisa menyampaikan ide, pikiran, dan berargumentasi dengan baik yang tentu saja membutuhkan banyak sekali referensi-referensi yang harus kita dapatkan,” urainya.

 

Sementara Duta Bela Negara dan Ketua Yayasan Generasi Lintas Budaya Olivia Zalianty menilai keberanian merupakan hal yang paling kuat dari sosok Kartini. Dia meneladani pernyataan Kartini yang menyebut bahwa orang yang berani akan menjadi pemenang.

 

“Jadi di situ saya belajar, saya bisa melihat sosok Kartini yang mempunyai keberanian. Bukan hanya konsep tapi juga dilakukan, sehingga beliau mampu keluar dari sekapan atas dirinya dan melalui menulis, pada saat itu,” katanya.

 

Dalam kegiatan tersebut, Perpusnas menyerahkan hadiah untuk pemenang sayembara puisi dengan tema “Hari Kartini”. Tiga pemenang juga membacakan puisi hasil karya mereka. Selain itu, Paguyuban Pimpinan Tinggi Madya Perempuan yang merupakan himpunan pimpinan kementerian dan lembaga negara, juga terlibat membacakan puisi. Di antaranya Sekretaris Utama LAN Reni Suzana, Sekretaris Utama Perpusnas Woro Titi Haryanti, dan Deputi Perpusnas Ofy Sofiana. (Lmg)

 

 

BERITA REKOMENDASI