Kawasan Tebing di Yogyakarta Rawan Longsor

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Daerah yang terdapat tebing di wilayah Kota Yogya perlu diwaspadai ancaman potensi longsor. Dampak la nina berupa curah hujan yang tinggi selalu diikuti dengan potensi bencana longsor

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya Nur Hidayat, mengatakan pihaknya tidak akan berhenti mensosialisasikan potensi bencana kepada masyarakat guna membangun kesiapsiagaan. “Daerah yang memiliki tebing memang rawan terjadi longsor ketika terdampak la nina. Baik tebing permukiman maupun talut di bantaran sungai,” jelasnya.

Mayoritas tebing di wilayah Kota Yogya banyak terdapat di bantaran sungai. Kondisinya juga terus dipantau oleh pegiat Kampung Tangguh Bencana (KTB) setempat. Sedangkan tebing permukiman jumlahnya tidak terlalu banyak.

Meski demikian, pada Senin (08/02/2021) siang tercatat ada dua tebing permukiman di wilayah Giwangan yang mengalami longsor. Masingmasing terjadi di wilayah RW 06 dan RW 08 dengan panjang mencapai puluhan meter. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa atau materi namun tetap menyimpan bahaya. Apalagi di RW 08 sempat menutup akses jalan kampung.

“Penyebab longsor akibat hujan deras kemarin siang. Rekan-rekan para relawan juga langsung melakukan penanganan dan kerja bakti bersama masyarakat. Sementara hasil assesment kita tutup pakai terpal,” imbuhnya.

Potensi bencana alam lain yang tidak boleh disepelekan ialah bahaya sekunder erupsi Merapi berupa lahar dingin. Hal ini karena tumpukan material di puncak Merapi sewaktu-waktu bisa melewati Kota Yogya ketika terjadi hujan deras.

Apalagi Kali Code yang berhulu di Kali Boyong memiliki potensi banjir lahar dingin yang cukup besar. Posko utama di Ngentak Sleman pun sudah disiagakan untuk memantau aliran lahar dingin tersebut. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI