Kebijakan Merdeka Belajar Jalan Terus

BOGOR, KRJOGJA.com – Plt Kepala BKHM, Kemendikbud, Hendarman ,sebagai pembicara utama pada kegiatan SEAMEO Outlook Pendidikan 21,di Bogor Sabtu (7/2 2021) menegaskan meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, kebijakan Merdeka Belajar terus berjalan.

Menyambung hal itu, Direktur SEAMEO BIOTROP, Zulhamsyah Imran, mengutarakan bahwa sebagai solusi dalam menghadapi kondisi pandemi dan dalam upaya mengimplementasikan teknologi 4.0 maka penting untuk melakukan adaptasi, resiliensi, improvisasi dan inovasi pembelajaran dalam rangka mendukung Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Dijelaskan Zulhamsyah, online hybrid learning system menjadi salah satu pendekatan yang dapat diimplemetasikan dengan penguatan kepada High Order Thinking (HOTS) dengan mengadopsi konsep Project Base Learning (ProBL) dan Problem Base Learning (PBL). Di mana dalam praktiknya juga didukung dengan integrasi Internet of Think (IOTs) sebagai media dan kerangka Learning Management System (LMS).

Selanjutnya kata Zulhamsyah, pengembangan materi pembelajaran difokuskan pada model pembelajaran dengan modul Micro-Learning. “Sehingga aplikasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka dapat lebih fokus dilakukan, berorientasi pada produk akhir sebagai ukuran dalam mengevaluasi capaian pembelajaran yang terdiri dari knowledge, skill dan attitude,” terangnya.

Hal senada turut disampaikan oleh Direktur SEAMOLEC, Alpha Amirrachman. Dalam paparannya, ia mengatakan bahwa kebijakan Merdeka Belajar dimaknai SEAMOLEC sebagai keleluasaan bagi para peserta didik untuk belajar dari mana saja dan kapan saja, menyesuaikan dengan minat bakat dan kemampuan mereka. SEAMOLEC pun menjadikan prioritas Merdeka Belajar sebagai payung besar program-programnya.

BERITA REKOMENDASI