Kekerasan Sigi Bukan Konflik Keagamaan

YOGYA, KRJogja.com – Muhammadiyah sangat prihatin dengan terjadi kasus kekerasan di sebuah desa di Kabupaten Sigi yang mengakibatkan tewasnya empat orang warga. Untuk itu, aparatur keamanan harus segera bertindak dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Ini bukan masalah konflik antarumat beragama,” tandas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti kepada media, Minggu (29/11) di sela pelaksanaan Munas Tarjih ke-31 Muhammadiyah.

Sebagaimana diberitakan satu keluarga warga Desa Lemba Tonga Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, digegerkan dengan pembunuhan sadis dengan korban empat orang. Pembunuhan keji tersebut terjadi Jumat (27/11) sekitar pukul 09.00 WITA. Pelaku pembunuhan itu diperkirakan berjumlah enam orang.
Sekretaris Desa Lemba Tongoa Rifai menegaskan, korban pembantaian berjumlah empat orang dan masih satu keluarga. “Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. Itu mertua, anak dan menantu,” katanya dilansir dari Antara.

BERITA REKOMENDASI