Kemendikbud Perkuat Pelaku Perbukuan Individu dan Penerbit UMKM

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan memberikan penguatan kepada 329 pelaku perbukuan individu yang terdiri dari editor, penulis, dan layouter serta 137 penerbit yang tergolong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari 18 provinsi di Indonesia.

Penguatan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan sertifikasi editor, penulis dan layouter serta fasilitasi akreditasi bagi penerbit yang tergolong UMKM. Kegiatan ini diselenggarakan dalam jaringan (daring) dan bertahap di mana batch 1 telah dilaksanakan mulai Senin, 5 Oktober 2020 lalu. Sertifikasi dilaksanakan bersama sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang relevan, sedangkan untuk akreditasi akan dilaksanakan bersama asosiasi penerbit seperti Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI).

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbud, Maman Fathurrohman menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah kepada para pelaku perbukuan selama pandemi COVID-19. Maman berharap pada masa yang akan datang, peserta kegiatan dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi menyediakan berbagai regulasi serta produk inovatif buku cetak dan digital untuk para pelajar di satuan pendidikan maupun umum di masyakat.

Ketua Panitia, Singgih Prajoga melaporkan bahwa dari 7 (tujuh) kelompok  pelaku perbukuan individu, baru ada 3 (tiga) kelompok yaitu editor, penulis dan layouter yang sudah tersedia Lembaga Sertifikasi Profesi-nya.Untuk itu, Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan mendorong berdirinya berbagai LSP untuk memperkuat kelompok pelaku perbukuan lain pada masa yang akan datang.

BERITA REKOMENDASI