Kemenhub Ajak Stakeholder dan Pemda Tingkatkan Angkutan Kargo

“Kita lakukan beberapa diskresi. Pelindo juga lakukan diskon tarif dan lain-lain. Nah ini sekarang kita harus dorong industri supaya melakukan kegiatan dengan baik supaya nanti kapal yang terutama di daerah T3 (terluar, tertinggal, terpencil) bisa muatan baliknya ada. Sekarang mulai tumbuh tapi belum signfikan,” jelas Agus Purnomo.

Agus Purnomo mengungkapkan, di tengah pandemi angkutan logistik nasional khususnya melalui kapal laut tetap jalan optimal. Kalaupun ada kendala, lebih ke angkutan penumpang, terutama di daerah tertentu yang pelabuhannya masih ditutup.

“Saat ini, ada ribuan kapal Pemerintah dan swasta aktif melayani arus logistik nasional. Khusus untuk program tol laut ada 157 unit kapal berbagai jenis dan ukuran. Kapal tol laut ini melayani 26 trayek dan singgah di 100 pelabuhan di Indonesia, terutama daerah 3TP,” katanya.

Agus Purnomo menambahkan, Pemerintah khususnya Ditjen Perhubungan Laut Kemenhut berkomitmen melayani masyarakat dan membangun konektivitas khususnya ke warga di daerah 3TP. “Kapal-kapal tol laut rutin membawa aneka kebutuhan pokok dan bahan penting untuk mereka. Dan sebaliknya mengangkut hasil pertanian dan perikanan ke pusat industri di Jawa dan ekspor meski belum optimal,” jelasnya.

Sementara Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut, Dr.Capt Antoni Arif Priadi menambahkan, pihaknya bersama Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (Pemda) terkait terus mengoptimalkan layanan kapal tol laut, dan juga kapal perintis terutama ke daerah 3TP.

“Kalau kapal tol laut, fokus melayani angkutan barang atau logistik secara reguler. Sementara, angkutan perintis melayani angkutan orang/ penumpang dan barang ke daerah 3TP. Mereka diberikan subsidi melalui DIPA Kemenhub,” jelas Capt. Antoni.

Menurut Antoni, sampai saat ini tingkat penyerapan anggaran tol laut sudah mencapai kisaran 40% dari total anggaran sekitar Rp 400 miliar tahun 2020. “Kalau penyerapan anggaran masih on the track, dan sampai akhir tahun 2020 masih cukup. Selanjutnya akan dievaluasi dan dikembangkan sesuai dinamika dan kebutuhan di lapangan di tahun 2021 mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Antoni, Pemerintah tetap bersinergi dan melibatkan pihak swasta dalam distribusi barang tolal laut ini. Kini tercatat ada 15 operator kapal tol laut, dan tidak semua dilakukan oleh BUMN, tapi juga perusahaan pelayanan swasta. (Imd)

BERITA REKOMENDASI