Komunitas Pareanom Bagikan 1.000 Masker

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 100 personel anggota komunitas Pareanom yogya Sabtu malam (13/6) membagikan 1.000 masker dan melakukan edukasi kepada warga masyarakat Yogyakarta untuk memutus mata rantai Covid-19. Memasuki masa ‘New Nornal’ sejumlah titik pusat keramaian dan aktifitas perekonomian masyarakat di Yogyakarta seperti destinasi wisata Malioboro masih butuh penataan guna memastikan protokol kesehatan berjalan baik yang melewati Malioboro.

Di titik masuk Malioboro yang memiliki dua pintu masuk yaitu di sisi utara dan selatan masih minim fasilitas cuci tangan. Kondisi ini dikhawatirkan membuat antrean panjang apabila ada rombongan wisatawan masuk pasti akan menumpuk karena menunggu giliran untuk bisa menikmati suasana malioboro.

“Kita ingin pastikan alur dan protap protokol kesehatan cegah Covid-19 di kawasan Malioboro diketahui dan dijalankan. Kalau pas ukur suhu tubuh dengan thermo gun antri, ada penumpukan nanti. Ini butuh evaluasi,” kata Andhoeng ketua Pareanom.

Adanya aktifitas yang mulai meningkat di titik 0 dan Malioboro
maka kita rekomendasi rapid test untuk para wisatawan dan pengunjung Malioboro. Ini untuk memastikan bahwa semua wisatawan dan pengunjung terbebas dari virus Korona.

Andhoeng menjelaskan langkah rapid test di titik keramaian yang banyak aktivitas masyarakat, seperti Malioboro,  Titik 0 dan fasilitas publik lain penting lebih banyak dilakukan.
Secara khusus, berkaitan dengan segera berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19 pada akhir Juni 2020  maka langkah antisipasi berkaitan dengan penambahan fasilitas untuk cuci tangan di fasilitas publik seperti titik 0 dan Malioboro harus dipastikan lebih banyak tersedia dan mudah diakses.

Sudah mulai di berlakukan pembatasan oleh pihak terkait, untuk akses keluar masuk di kawasan Tugu dan Malioboro. Tapi tetap butuh pengawasan petugas agar tetap menjaga jarak. Kesadaran memakai masker juga butuh diingatkan oleh petugas, ini penting agar upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 segera tuntas,” kata Andhoeng selaku ketua umum Pareanom.  (*)

BERITA REKOMENDASI