Kondisi Hulu Litarasi RI Butuh Perhatian, Ini Sebabnya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kondisi hulu literasi Indonesia masih membutuhkan perhatian bersama untuk diperbaiki. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Muhammad Syarif Bando menyatakan, selama ini masyarakat Indonesia dihakimi karena memiliki budaya baca yang rendah. Padahal, kondisi yang terjadi di lapangan adalah sisi hulu literasi yang belum terkelola dengan baik di mana ketersediaan buku belum mencukupi kebutuhan.

Syarif Bando menjelaskan perbaikan sisi hulu membutuhkan kehadiran negara, dalam hal ini eksekutif, legistatif, yudikatif, TNI/Polri, akademisi perguruan tinggi, pengarang dan penulis buku yang sesuai kebutuhan masyarakat, penerbit dan perusahaan rekaman untuk menyiapkan buku, penerjemah, regulasi distribusi bahan bacaan untuk memperkecil ketimpangan antarwilayah, dan terutama, anggaran belanja buku. Menurutnya, sesuai standar Unesco, idealnya setiap tahun terbit tiga buku untuk setiap orang.

“Bagaimana realitanya? Hari ini coba kita lihat rasio buku nasional Indonesia. Bayangin, rata-rata nasional satu buku ditunggu 90 orang. Kalau satu nasi dus ditunggu 90 orang, apakah 89 orang diklaim tidak mau makan, atau tidak dapat makan?,” jelasnya dalam gelar wicara dengan tema “Penguatan Sisi Hulu Budaya Baca Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Indonesia” yang diselenggarakan di Grha Sheba Pustaka Dispuspa Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (1/4).

BERITA REKOMENDASI