KPU Sragen Jamin TPS Aman dari Corona

SRAGEN, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen menjamin tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada 2020 aman dari pandemi Covid-19. Sejumlah langkah protokol kesehatan secara ketat telah disiapkan di lingkungan TPS guna menjamin tidak ada penularan Covid-19.

Komisioner Divisi Teknis KPU Sragen, Muhsin kepada wartawan Jumat (13/11) menyampaikan, semua proses yang terjadi di TPS nantinya akan berpedoman pada protokol kesehatan, mulai dari petugas TPS, fasilitas TPS, dan pemilih saat pencoblosan. Dari sisi petugas TPS sebanyak sembilan orang, sebelumnya akan menjalani rapid test lebih dulu sebelum bertugas.

Menurut Muhsin, petugas TPS menggunakan APD, seperti masker, face shield dan sarung tangan. “Dari fasilitas TPS, ada tempat cuci tangan. Setiap dua jam sekali disemprot disinfektan, mulai pukul 07.00 WIB, 09.00 WIB, dan seterusnya. Ada pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun. Penandaan tinta pun tidak dicelupkan tetapi diteteskan. Ada juga fasilitas bilik khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat Celsius,” ujarnya.

Kemudian dari sisi pemilih, Muhsin menjelaskan pemilih wajib memakai masker dan mendapatkan sarung tangan sekali pakai gratis. Dia mengatakan saat datang dan antre maka jarak antrean minimal satu meter. Sebelum masuk ke TPS, warga wajib mencuci tangan dan dicek suhu tubuh mereka. Saat masuk langsung diberi sarung tangan oleh petugas. “Saat mengisi presensi hadir diharapkan membawa bolpoin sendiri. Kalau tidak bawa, petugas menyediakan bolpoin yang harus disemprot disinfektan secara berkala,” jelasnya.

Semua proses untuk menjamin TPS aman itu akan disimulasikan KPU Sragen dalam waktu dekat dan akan disosialisasikan lewat berbagai media massa, seperti radio, videotron, brosur, dan baliho di sejumlah lokasi. Muhsin berencana simulasi akan dilaksanakan di Gedung Sasana Langen Putra Sragen.

Sosialisasi itu rencananya akan digelar dengan mengundang pihak-pihak tertentu dengan jumlah terbatas. Sosialisasi ke tingkat bawah, lanjut Muhsin, dilakukan lewat penyelenggara di tingkat PPK, PPS, hingga KPPS. Dia mengatakan KPU akan berusaha maksimal untuk menyosialisasikan hal itu agar pemilih tak takut datang ke TPS sehingga target partisipasi 77,5% tercapai. “Bantuan stakeholders diperlukan agar sosialisasi bisa sampai ke pemilih,” tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI