Kurir Sabu dari Yogya Ditangkap di Temanggung

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Seorang kurir sabu, WY warga Desa Tlogoadi Kecamatan Mlati Sleman ditangkap Satres Narkoba Polres Temanggung, saat mengirim sabu-sabu. WY adalah residivis kasus serupa yang selama ini bekerja sebagai sopir travel. Ia terbukti menyimpan, memiliki dan mengunakan narkotika golongan satu sabu-sabu.

“Tersangka tidak bisa berkutik saat dibekuk, karena sejumlah barang bukti ditemukan petugas saat digrebek,” kata Wakapolres Temanggung, Kompol Ahmad Ghifar, Jumat (05/11/2021).

Dia mengatakan tersangka dibekuk setelah mengambil sabu-sabu di jalan Bulu Parakan. Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, satu paket Narkotika jenis sabu berat kotor 0,52 gram.

Selain itu plastik dibungkus lakban warna coklat. Satu unit handphone, sepeda motor berikut anak kuncinya. “Barang bukti dan tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Temanggung untuk menunggu proses hukum selanjutnya,” kata dia.

Kasatres Narkoba Polres Temanggung AKP Bambang Sulistiyo mengatakan terungkapnya kasus peredaran sabu-sabu di wilayah hukum Polres Temanggung ini berkat informasi dari masyarakat tentang transaksi peredaran Narkoba yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung.

“Dari informasi tersebut kemudian petugas melakukan penyelidikan mendapatkan hasil transaksi peredaran Narkoba sering terjadi di jalan raya Temanggung烹ulu鳳arakan,”jelasnya.

Dia mengatakan petugas melakukan pengejaran dan mengamankan tersangka WY di Jalan raya Temanggung-Parakan tepatnya dekat PT Gudang Garam Desa Mondoretno Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Saat itu tersangka mengendarai sepeda motor. “WY berperan membelikan sabu-sabu dengan harga Rp. 550.000,” katanya.

Dikatakan tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1), Subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009  tentang Narkotika. “Ancamannya hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000, dan paling banyak Rp 8 miliar.

Tersangka WY mengaku sudah dua kali tersandung kasus sabu, pertama kali tertangkap polisi di Kota Tegal dan kedua di Temanggung. “Tidak ada imbalan uang, hanya dapat memakai sabu gratis,” kata pria yang keseharian bekerja sebagai sopir travel ini. (Osy)

BERITA REKOMENDASI